Dikira Kebakaran, Kepulan Asap di Jalan Tidar Ternyata dari Bakar Sampah

Fahry Ilhami Samosir • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 22:20 WIB

 

ilustrasi bakar sampah/mode AI
ilustrasi bakar sampah/mode AI

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Warga Jalan Tidar, Kecamatan Baamang, Sampit, dibuat gempar oleh kepulan asap yang muncul dari sekitar permukiman, Rabu (2/9) siang. Di tengah cuaca panas dan meningkatnya risiko karhutla, warga sempat mengira asap tersebut berasal dari kebakaran.

Kekhawatiran warga akhirnya terjawab setelah diketahui asap berasal dari aktivitas membakar sampah di samping sebuah rumah kosong. Warga menyayangkan tindakan tersebut karena api berpotensi merembet dan membahayakan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pemkab Kotim Libatkan Perusahaan untuk Percepat Penanganan Karhutla

“Ada warga membakar sampah tepat di samping rumah kosong. Kami kira kebakaran. Ternyata sedang membakar sampah. Jelas kami marah,” kata Mila, warga Jalan Tidar.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasat Binmas Polres Kotim AKP Budiman mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Menurutnya, dampak pembakaran tidak hanya dirasakan pelaku, tetapi juga masyarakat sekitar. Selain menimbulkan asap yang mengganggu, api dapat dengan cepat meluas apabila tidak terkendali.

Baca Juga: Verifikasi Data Penerima Bansos di Palangka Raya Perlu Diperkuat Lagi

“Jangan membakar lahan. Yang dirugikan bukan hanya pelaku, tetapi orang banyak. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan orang lain,” tegas Budiman.

Polisi juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan secara melawan hukum dapat berujung pada proses pidana. Masyarakat diminta mengelola sampah dan membersihkan lahan dengan cara yang lebih aman agar tidak menimbulkan kebakaran.

“Kami telah mengerahkan anggota untuk mengingatkan warga di lokasi agar tidak kembali melakukan pembakaran sampah, terlebih di sekitar rumah kosong dan permukiman,” tandasnya.  (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
bakar sampah asap cuaca panas geger kemarau