Ketua STIE Sampit: IPK Tinggi Bukan Segalanya, Inilah yang Dicari Dunia Kerja Saat Ini

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:04 WIB
Ketua STIE Sampit Seanewati Oetama, jajaran dosen, staf, berfoto bersama dengan seluruh peserta yusium tahun akademik2025/2026, Kamia (26/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Ketua STIE Sampit Seanewati Oetama, jajaran dosen, staf, berfoto bersama dengan seluruh peserta yusium tahun akademik2025/2026, Kamia (26/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi bukan satu-satunya bekal untuk menghadapi dunia kerja.

Kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, terus belajar, serta memiliki integritas menjadi hal penting yang perlu dimiliki lulusan perguruan tinggi.

Pesan itu disampaikan Ketua STIE Sampit Seanewati Oetama saat memberikan arahan kepada para lulusan. Ia mengingatkan bahwa dinamika dunia saat ini semakin kompleks sehingga lulusan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.

“Jangan hanya cerdas secara intelektual. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.

Menurut Seanewati, ijazah bukan akhir dari proses belajar. Justru, setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan harus terus mengembangkan kemampuan agar mampu mengikuti perubahan dan tuntutan dunia kerja.

Salah satu kemampuan yang dinilai penting adalah penguasaan teknologi. Lulusan diminta mengikuti perkembangan zaman dan tidak berhenti meningkatkan kompetensi.

Namun, kemampuan teknis saja tidak cukup. Integritas juga harus menjadi bagian dari karakter lulusan ketika memasuki dunia profesional.

“Bangun integritas. Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pintar,” ujarnya.

Ia menekankan, kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa tinggi gelar yang diraih. Nilai seseorang juga tercermin dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Pandangan tersebut sejalan dengan pesan perwakilan mahasiswa, Anggi Safitri. Ia mengatakan perjalanan pendidikan bukan sekadar tentang memperoleh nilai dan menyelesaikan perkuliahan.

Menurutnya, berbagai pengalaman selama kuliah, termasuk bekerja sama dengan orang lain, menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.

“Terus belajar, berani mencoba dan jangan takut gagal. Hari ini kita membuka satu bab untuk menjalani perjalanan yang lebih panjang,” katanya.

Anggi juga mengingatkan rekan-rekannya untuk menjaga nama baik almamater. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa gelar sarjana bukan garis akhir. Setelah menyelesaikan pendidikan, tantangan berikutnya adalah membuktikan kemampuan, menjaga integritas, beradaptasi dengan teknologi, dan terus belajar menghadapi perubahan. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
IPK Tinggi STIE Sampit