Bukan Cuma Pintar, 113 Lulusan STIE Sampit Diminta Lakukan Ini Setelah Lulus

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:55 WIB
Ketua STIE Sampit Seanewati Oetama mengalungkan atribut kepada salah satu peserta yudisium tahun akademik 2025 /2026, Kamis (27/8 /2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Ketua STIE Sampit Seanewati Oetama mengalungkan atribut kepada salah satu peserta yudisium tahun akademik 2025 /2026, Kamis (27/8 /2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 113 mahasiswa STIE Sampit resmi mengikuti yudisium Program Studi S-1 Manajemen dan S-1 Kewirausahaan tahun akademik 2025/2026.

Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka tidak hanya dituntut mengandalkan kemampuan akademik.

Ketua STIE Sampit Seanewati Oetama meminta para lulusan terus mengembangkan diri setelah menyandang gelar sarjana.

Menurutnya, dunia yang dihadapi para lulusan semakin kompleks sehingga kemampuan akademik perlu dibarengi dengan integritas dan kemampuan beradaptasi.

Baca Juga: Ketua STIE Sampit Ingatkan Mahasiswa Baru Jangan Jadi 'Kupu-Kupu'

“Jangan hanya cerdas secara intelektual. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya, Kamia (27/8/2026). 

Seanewati mengatakan, ijazah bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Justru, ijazah menjadi awal bagi lulusan untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.

Karena itu, para lulusan diminta menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. Kemampuan tersebut dinilai penting agar mereka tidak tertinggal di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Selain kemampuan dan pengetahuan, integritas juga menjadi bekal yang tidak boleh diabaikan.

“Bangun integritas. Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pintar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan gelar sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, kesuksesan lebih bermakna ketika ilmu dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kesuksesan bukan ditentukan seberapa tinggi gelar yang kita raih, tapi seberapa manfaat yang kita beri ke orang lain,” tegasnya.

Yudisium tersebut diikuti 106 mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen dan tujuh mahasiswa Program Studi S-1 Kewirausahaan.

Prosesi diawali dengan pembacaan SK yudisium dari kedua program studi.

Perwakilan mahasiswa, Anggi Safitri, menyebut yudisium bukan tanda berakhirnya perjalanan.

Baginya, momen tersebut menjadi bukti atas ketekunan, kesabaran, dan pengorbanan yang telah dilalui selama menjalani perkuliahan.

Baca Juga: 80 Mahasiswa Ikuti PKKMB STIE Sampit, Program Kewirausahaan Makin Diminati

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran dosen atas bimbingan dan ilmu yang diberikan. Apresiasi juga disampaikan kepada orang tua yang terus memberikan dukungan selama proses pendidikan.

“Ini adalah awal untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Anggi.

Menurutnya, pengalaman selama kuliah tidak hanya diperoleh dari ruang kelas. Kerja sama dan berbagai proses yang dijalani selama menjadi mahasiswa menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja dan dunia usaha.

Anggi pun mengajak rekan-rekannya untuk terus belajar dan berani mengambil peluang.

“Terus belajar, berani mencoba dan jangan takut gagal. Hari ini kita membuka satu bab untuk menjalani perjalanan yang lebih panjang,” ujarnya.

Seanewati berpesan agar seluruh lulusan tetap menjaga nama baik almamater setelah memasuki kehidupan profesional maupun dunia usaha. “Harumkan almamater di mana pun berada,” pesannya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
STIE Sampit