SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan HM Arsyad, Lembur Kuring, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, mulai menimbulkan dampak langsung bagi warga sekitar. Selain lahan yang terbakar, sejumlah dokumen penting dan barang berharga milik warga ikut hangus dilalap api.
Pada Rabu (19/8), sejumlah warga terdampak mendatangi Polsek Ketapang. Kedatangan mereka bukan untuk melaporkan tindak kriminal, melainkan mengurus laporan kehilangan dokumen penting yang terbakar akibat karhutla.
Kartu Tanda Penduduk (KTP), buku tabungan, serta sejumlah dokumen berharga lainnya menjadi barang yang ikut terbakar. Dokumen tersebut diperlukan warga untuk berbagai keperluan administrasi sehingga harus segera dibuatkan kembali.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Pekat, PAUD di Palangka Raya Beralih ke Pembelajaran Daring
Seorang warga mengaku tidak menyangka dokumen penting miliknya ikut menjadi korban saat kebakaran melanda kawasan tersebut.
“Betul. KTP dan segala dokumen penting saya ikut terbakar karena karhutla,” ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, warga terpaksa mendatangi kantor kepolisian untuk membuat laporan sebagai salah satu persyaratan mengurus kembali dokumen yang terbakar. Mereka berharap proses penggantian dokumen dapat dilakukan dengan mudah sehingga aktivitas administrasi tidak terganggu.
Warga mengaku kerugian akibat kejadian tersebut bukan hanya berupa barang yang terbakar. Mereka juga harus mengeluarkan waktu dan tenaga untuk mengurus kembali dokumen penting yang hilang.
Baca Juga: Tekan Harga dan Inflasi, Pemkab Kotim Gelar Gerakan Pangan Murah
Meski demikian, warga menyebut kehilangan dokumen masih dapat diatasi karena bisa diterbitkan kembali. Kekhawatiran terbesar justru tertuju pada keselamatan rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi karhutla.
“Mau bagaimana lagi. Untung saja hanya dokumen dan bisa diurus kembali. Yang lebih dikhawatirkan justru rumah-rumah warga yang berdekatan dengan lokasi karhutla. Itu sangat ditakutkan,” katanya.
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lahan dan kualitas udara. Ketika api merambat mendekati permukiman, keselamatan warga serta harta benda ikut terancam. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor