Melihat Kondisi Lampu Terowongan Nur Mentaya saat Ini

Abdi RS • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:25 WIB
Nampak Lampu Hias di Terowongan Nur Mentaya Sampit, yang sudah padam, Senin (22/7) malam. (Abdi/radarsampit)
Nampak Lampu Hias di Terowongan Nur Mentaya Sampit, yang sudah padam, Senin (22/7) malam. (Abdi/radarsampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sebagai warga Kabupaten Kotawaringin Timur yang selama ini rutin melintas di Jalan Tjilik Riwut, Sampit, kawasan Terowongan Nur Mentaya, merasa lampu-lampu hias mulai tak seindah beberapa tahun lalu. Jika memperhatikan mulai banyak lampu yang telah padam.

Senin (22/7) malam, didapati sekitar 33 tiang lampu yang padam, dari total 172 tiang lampu.Hal itu ketika dihitung berapa jumlah tiang lampu yang padam, dimulai dari Lampu merah dekat persimpangan Jalan Tjilik Riwut-Wengga Metropolitan, sampai ujung lampu Terowongan Nur Mentaya, tepatnya didepan SPBU Samekto.

Baca Juga: Wajah Baru Nur Mentaya: Destinasi Favorit Warga Sampit Berburu Keringat Jelang Senja!

Kondisi itu nampak ironis, seakan tidak ada upaya perbaikan. Kendati demikian, sejumlah usaha caffee dan warung-warung kecil masih tampak ramai dikunjungi, menghidupkan kawasan yang kini jadi salah satu Ikon Kota Sampit itu.

"Padahal dulu Terowongan Nur Mentaya ini sangat indah saat malam hari. Semua lampunya menyala, tidak ada yang padam. Sangat disayangkan kalau sekarang banyak yang padam. Mudah-mudahan ada pengecekan dan pemeliharaan dari dinas terkait, karena pembangunan kawasan ini menelan anggaran miliaran rupiah," ujar Manalu, salah seorang warga, Kecamatan Baamang, mengomentari kondisi itu.

Selain persoalan lampu penerangan, warga juga menyoroti rusaknya sejumlah fasilitas pendukung di kawasan tersebut. Beberapa ornamen etnik khas Dayak berupa Telawang nampak hilang. Selain itu sejumlah pot tanaman di sepanjang jalan tampak pecah dan mengalami kerusakan yang diduga akibat ulah tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Penataan UMKM Terowongan Nur Mentaya Terkendala Status Lahan

"Mas itu lo..mas, ornamen telawang banyak yang hilang, bingung juga itu yang ngambil buat apa ya. Fasilitas umum kok dirusak, ada ada saja kelakukan orang, dikasih tempat bagus, malah dirusak, " ungkap Santi, warga lainnya.

Sebagai warga, mereka pun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan terhadap lampu penerangan yang padam, sekaligus meningkatkan pengawasan agar fasilitas umum di kawasan Terowongan Nur Mentaya tetap terawat dan tidak menjadi sasaran aksi vandalisme (tindakan sengaja merusak, menghancurkan, atau mencoret-coret properti umum maupun pribadi tanpa izin).

Sebagai informasi, penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Terowongan Nur Mentaya pertama kali diresmikan oleh Bupati Kotawaringin Timur  Halikinnor pada 10 Desember 2022, sedangkan kawasan tersebut dibuka untuk umum pada 7 Januari 2023.

Pembangunan kawasan itu menggunakan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotawaringin Timur. (abd/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
padam lampu terowongan Jalan Tjilik Riwut Nur Mentaya