Kabut Asap Jadi Ancaman, Bandara H Asan Sampit Utamakan Keselamatan Penerbangan

M. Akbar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:25 WIB

 

Suasana Bandara Haji Asan Sampit.  (Akbar/Radar Sampit)
Suasana Bandara Haji Asan Sampit. (Akbar/Radar Sampit)

RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM – Bandara H. Asan Sampit menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau.

Operasional penerbangan dipastikan tidak akan dipaksakan apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H. Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan kabut asap merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelancaran aktivitas penerbangan. Karena itu, pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang setiap saat.

“Apabila kabut asap terlalu tebal, operasional penerbangan dapat dihentikan karena membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Operator tidak akan menjalankan penerbangan apabila jarak pandang tidak memenuhi standar keselamatan,” ujarnya, Selasa (21/7).

Baca Juga: Status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan Seruyan Berlaku hingga Oktober  

Menurut Haris, keselamatan penerbangan tidak hanya menyangkut pesawat dan awak penerbangan, tetapi juga kesehatan para penumpang.

Apabila kondisi kabut asap semakin memburuk, penumpang akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) sebelum diberangkatkan.

“Penumpang akan mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi dari Balai Kekarantinaan Kesehatan mengenai kelayakan untuk terbang. Apabila dinyatakan tidak layak, maka penumpang tidak diperkenankan mengikuti penerbangan,” katanya.

Meski demikian, Haris memastikan kondisi operasional Bandara H. Asan Sampit saat ini masih dalam kategori aman. Berdasarkan pemantauan terakhir, jarak pandang masih berada di atas 10 kilometer, jauh di atas batas minimum yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan.

“Saat ini jarak pandang masih di atas 10 kilometer. Kondisi mulai rawan apabila jarak pandang berada di bawah 4 kilometer,” jelasnya.

Ia mengakui gejala kabut asap mulai terlihat pada pagi hari dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi tersebut belum berdampak terhadap jadwal penerbangan maupun aktivitas maskapai yang beroperasi di Bandara H. Asan Sampit.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada perubahan jadwal. Seluruh penerbangan masih berjalan seperti biasa,” tuturnya.

Pihak bandara akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BMKG dan otoritas penerbangan, untuk memastikan setiap penerbangan berlangsung aman.

Pengelola bandara juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa penerbangan untuk terus memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan jadwal penerbangan selama musim kemarau berlangsung. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Bandara H Asan sampit kotim kabut asap