SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti masih rendahnya serapan anggaran di sejumlah satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan dan pelaksanaan program meski anggaran telah dialokasikan melalui APBD.
Juru Bicara Fraksi PKB, Muhammad Abadi, mengatakan rendahnya realisasi anggaran tidak boleh terus berulang karena berpotensi menghambat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Sumber Air Tak Tersedia, Pemadaman Karhutla Gambut di Kotim Berjalan Berat
"Fraksi PKB menilai masih terdapat minimnya serapan anggaran di setiap SKPD dalam penggunaan alokasi anggaran yang diajukan," ujarnya saat menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD Kotim.
Menurutnya, setiap usulan anggaran seharusnya telah disusun melalui perencanaan yang matang. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengevaluasi proses penyusunan program hingga pelaksanaannya apabila realisasi anggaran masih rendah.
PKB juga mengingatkan agar penyusunan rencana kerja lebih mengedepankan efisiensi, urgensi, dan kebutuhan riil masyarakat sehingga anggaran yang telah disetujui DPRD dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak berujung menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA).
Baca Juga: Aturan Baru Kemendagri, Kotim Harus Setor 12 Inovasi Daerah
"Kami menghimbau kepada SKPD agar dalam setiap penyusunan rencana kerja lebih mengedepankan efisiensi dan urgensi dalam penyusunan anggaran," tegasnya.
Fraksi PKB berharap persoalan rendahnya serapan anggaran menjadi bahan evaluasi Pemkab Kotim dalam penyusunan APBD berikutnya agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor