Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inflasi Sampit Tembus 4,02 Persen, Harga Emas hingga Ongkos Terbang Jadi Pemicu

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 4 Juli 2026 | 14:19 WIB
Keberangkatan penerbangan lewat Bandara H Asan Sampit. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Keberangkatan penerbangan lewat Bandara H Asan Sampit. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Inflasi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, masih menunjukkan tren meningkat pada Juni 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) mencapai 4,02 persen, dengan kenaikan harga emas perhiasan, bahan bakar minyak, hingga tarif angkutan udara menjadi pemicu utama.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Timur Eddy Surahman mengatakan, selain inflasi tahunan sebesar 4,02 persen, Kota Sampit juga mengalami inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,28 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 2,63 persen.

"Inflasi masih dipengaruhi oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap pembentukan Indeks Harga Konsumen," ujarnya dalam Berita Resmi Statistik BPS Kotim.

Menurut Eddy, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,75 persen. Lonjakan harga emas perhiasan menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan pada kelompok tersebut.

Selain itu, kelompok transportasi menyumbang inflasi sebesar 0,71 persen. Kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, pelumas kendaraan, hingga solar turut mendorong peningkatan indeks harga konsumen.

"Komoditas seperti emas perhiasan, bensin, dan angkutan udara menjadi penyumbang dominan terhadap inflasi di Kota Sampit selama Juni 2026," katanya.

Tekanan harga juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran dengan andil inflasi sebesar 0,29 persen. Kenaikan harga makanan siap saji, seperti nasi dengan lauk, ayam goreng, dan ikan bakar, ikut memengaruhi laju inflasi.

Sementara itu, kelompok pendidikan menyumbang inflasi sebesar 0,14 persen. Peningkatan biaya bimbingan belajar, pendidikan taman kanak-kanak, hingga perguruan tinggi menjadi faktor pendorong pada kelompok tersebut.

Di sisi lain, BPS mencatat sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga membantu menahan laju inflasi. Beberapa di antaranya cabai rawit, bawang merah, tomat, dan sejumlah komoditas pangan lainnya.

Eddy menegaskan, perkembangan inflasi perlu terus dipantau karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan stabilitas harga di daerah.

"BPS akan terus memantau perkembangan harga melalui Indeks Harga Konsumen sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat," pungkasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#BPS Sampit #inflasi #Inflasi Sampit