SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memantau distribusi telur ayam ras guna memastikan pasokan tetap aman, harga terkendali, serta tercipta keseimbangan antara kepentingan konsumen dan peternak lokal.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan pemerintah ingin memastikan harga telur tetap berada pada tingkat yang wajar. Langkah tersebut dilakukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga, sementara peternak ayam petelur lokal tetap memperoleh keuntungan sehingga usahanya dapat terus berjalan.
Baca Juga: Jalan Kapten Mulyono Bakal Lebih Terang, Dishub Kotim Bangun 63 Titik PJU
"Yang kami inginkan adalah terciptanya keseimbangan. Masyarakat mendapatkan harga yang terjangkau, sementara peternak lokal tetap bisa menjalankan usahanya dengan baik, jangan sampai gulung tikar," ujarnya saat meninjau salah satu distributor telur di Sampit.
Menurut Irawati, hasil pemantauan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengendalian harga pangan.
Baca Juga: Guru Dominasi PNS Kotim yang Pensiun per 1 Juli 2026
Pemkab juga mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi perbedaan harga yang terlalu jauh di tingkat distributor maupun pengecer.
Ia menegaskan, stabilitas harga pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah terus membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi telur ayam ras agar pasokan tetap terjaga dan harga tidak berfluktuasi secara berlebihan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kotim akan memfasilitasi pertemuan antara distributor, agen, dan aliansi peternak ayam petelur. Forum tersebut diharapkan menghasilkan kesepahaman mengenai pola distribusi dan mekanisme penetapan harga yang menguntungkan semua pihak.
"Melalui komunikasi yang baik, kami berharap tercipta solusi bersama sehingga stabilitas harga dapat dipertahankan tanpa mengorbankan kepentingan peternak maupun masyarakat," pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor