Bagi sebagian anak, khitan masih menjadi hal yang menakutkan. Tak jarang orangtua harus memutar otak agak sang buah hatinya mau sunat.
Tampak bangunan dengan dominan warna cream tampak berbeda dengan bangunan sekitarnya. Halaman yang cukup luas dengan tanaman hijau menjadikan Medical Care Nusantara di Jalan Putir Busu, Sampit, terasa adem.
Saat masuk ke dalam, Sabtu (27/6) pukul 13.00 WIB, senyum ramah petugas langsung menyambut Dion dan mempersilakan duduk. Di dinding ruangan itu berjejer sertifikat tentang seminar dan pelatihan teknik khitan, izin dari dinas kesehatan, dan kerjasama dengan salah satu dokter dan lawyer yang ada di Kotawaringin Timur.
Tanpa basa basi petugas langsung meminta Dion untuk menimbang badan. Petugas menanyakan apakah bocah 11 tahun itu sudah siap untuk dikhitan. Kemudian meminta Dion untuk masuk ke salah satu ruangan untuk anastesi selama 30 menit, dilanjutkan pemberian saleb bius selama 30 menit. Setelah itu Dion dipindahkan ke dalam ruangan yang berbeda untuk disunat.
Di dalam ruangan tersebut terpanjang berbagai macam gambar kartun, mulai dari Spiderman, Batman, Superman, dengan berbagai macam kalimat agar anak berani untuk disunat.
Ruangan khitan yang dingin itu juga dilengkapi dengan televisi berukuran besar dan game playstation, juga youtube. Saat proses sunat berlangsung, anak bisa bermain atau menonton youtube, sehingga lebih santai.
Di ruang tengah klinik, ada berbagai macam mainan. Mulai dari mobil-mobilan, robot, dan lainnya. Itu semua dipersiapkan sebagai hadiah bagi anak yang berani sunat. Selain itu sang anak juga mendapatkan sertifikat khitan, bingkisan dan obat-obatan.
Dion mengaku takut saat akan khitan. Setelah mendapatkan penjelasan bahwa khitan dengan super ring tidak sakit, dia akhirnya bersedia sunat di Medical Care Nusantara.
“Waktu disunat tidak terasa sakit. Prosesnya juga tidak menggunakan jarum suntik, makanya saya berani dikhitan,” ucap Dion sambil tersenyum.
Proses khitan memakan waktu 20 sampai 30 menit, petugas sunat didampingi assisten dengan telaten menyunat pasien. Sesekali menanyakan game yang sedang dimaikan si anak.
Setelah selesai menyunat, petugas menyerahkan tiga obat untuk dikomsumsi setelah sunat dan satu saleb. Tak lupa ia juga memberikan wejangan kepada pasiennya, apa saja yang harus dilakukan setelah disunat.
Alliet Maulana, pengelola Medical Cara Nusantara, sengaja menyiapkan beragam perlengkapan kesukaan anak-anak. ”Tujuannya, agar fokus bermain dan menghilangkan rasa takut,” ucap Alliet Maulana.
Alliet menceritakan tahun 2014 adalah awal mula ia terjun di dunia persunatan. Sudah ribuan pasien anak dan dewasa yang sudah ia sunat, baik itu menggunakan metode manual, laser, klamp maupun super ring. Tapi, untuk pasien metode super ring dari tahun 2024 sudah lebih dari 300 pasien.
“Usia pasien paling muda 27 hari, dan usia yang paling tua 42 tahun,” ucapnya.
Pasiennya tidak hanya warga Sampit, tetapi juga ada dari Parenggean, Katingan, bahkan Pulang Pisau.
Ia juga sering diundang menjadi petugas di berbagai sunatan massal. “Kalau sunatan massal kita harus lebih cepat bekerjanya, belum lagi ada anak yang tiba tiba menangis, ketakutan sehingga proses sunat menjadi lebih lama, tetapi kalau di klinik kita bisa lebih santai pengerjaannya,” terangnya
Alliet berharap anak-anak tidak takut lagi untuk dikhitan, karena ada metode sunat yang ramah anak dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Metode super ring merupakan sunat tanpa menggunakan jarum suntik, tanpa jahit, sehingga pascasunat langsung bisa beraktivitas. Metode ini juga diklaim tanpa harus kontrol ke dokter. Delapan hari pascasunat, ring yang berada di ”cucak rowo” akan lepas dengan sendirinya.
Alliet Maulana menjelaskan, metode super ring saat ini paling banyak digunakan untuk khitan, meskipun ada metode lainnya seperti sunat konvensional/manual, laser dan klamp. Kenyamanan dan tidak berefek sakit bagi pasien khususnya anak-anak menjadi pilihan.
Proses penyembuhan dari sunat ini paling cepat empat hari dan paling lama 18 hari. Selama proses peyembuhan anak disarankan untuk berendam di air hangat atau dingin sekitar 15 sampai 30 menit setiap hari, setelah itu diberikan saleb, semakin sering anak berendam dan bergerak maka semakin cepat ringnya terlepas dan semakin cepat pemulihannya. Saat sunat, anak tidak disarankan beraktivitas berat seperti silat, karate, main pukul–pukulan.
“Dengan metode ini memungkinkan anak bisa langsung beraktivitas bahkan menggunakan celana. Juga aman saat terkena air dan minim risiko pendarahan,” ucap Alliet Maulana. (yit)
Editor : Heru Prayitno