SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ketersediaan darah menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan pasien, terutama pada kondisi darurat. Untuk memastikan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi setiap saat, RSUD dr Murjani Sampit mengoperasikan Unit Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) selama 24 jam penuh.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mengatakan, layanan bank darah merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien yang memerlukan transfusi darah, baik untuk tindakan medis terencana maupun kondisi gawat darurat.
Menurutnya, petugas bank darah selalu siaga melayani permintaan darah dari berbagai unit pelayanan. Namun, sebelum darah diberikan kepada pasien, rumah sakit tetap menjalankan serangkaian prosedur pemeriksaan guna memastikan keamanan dan kecocokan darah.
Baca Juga: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Blangko KTP-el di Kotim Tersedia
“Setiap permintaan darah harus dilengkapi formulir dari dokter dan sampel darah pasien. Setelah itu dilakukan verifikasi identitas, pemeriksaan administrasi, hingga uji cocok serasi untuk menjamin keamanan transfusi,” ujarnya.
Yulia menjelaskan, proses pemeriksaan membutuhkan waktu berbeda tergantung metode yang digunakan. Metode gel test rata-rata memerlukan waktu sekitar 30 hingga 50 menit, sedangkan metode tabung dapat memakan waktu sekitar 50 menit.
Sementara itu, pada kondisi darurat atau cito, darah dapat disiapkan lebih cepat apabila stok tersedia di bank darah rumah sakit.
Baca Juga: DPRD Minta Pemkab Kotim Perketat Pengawasan Plasma Sawit
“Dalam kondisi darurat, pelayanan bisa dilakukan sekitar 15 menit jika persediaan darah tersedia di BDRS,” jelasnya.
Selain memastikan kecepatan layanan, RSUD dr Murjani juga memberikan perhatian besar terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Pelayanan bank darah didukung oleh dokter spesialis patologi klinik, analis teknologi laboratorium medis, tenaga administrasi, serta petugas teknis transfusi yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Baca Juga: Kasus Persetubuhan Anak di Gunung Mas Viral di Medsos, Ibu Korban Bongkar Kelakuan Bejat Suaminya
Untuk menjaga kualitas pelayanan, rumah sakit secara rutin melakukan audit pelayanan, evaluasi kepuasan pasien, pengawasan pencegahan infeksi, serta pemeriksaan dan kalibrasi peralatan medis.
Langkah tersebut dilakukan agar darah yang diberikan kepada pasien tetap aman dan memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Baca Juga: DPRD Kotim Desak Penindakan Truk Bertonase Besar yang Melintas Dalam Kota
Yulia menegaskan pihaknya akan terus menjaga ketersediaan serta kualitas layanan transfusi darah bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen menyediakan pelayanan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu sehingga dapat mendukung proses perawatan pasien secara optimal,” pungkasnya. (adv/yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor