SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pengelola Bandara Haji Asan Sampit terus meningkatkan upaya antisipasi terhadap potensi genangan air di kawasan bandara.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terkait normalisasi drainase di sekitar kawasan bandara guna mengurangi risiko masuknya debit air berlebih ke saluran drainase bandara.
“Tujuan utamanya adalah mencegah adanya genangan air di kawasan bandara. Kami berharap aliran air yang selama ini mengarah ke bandara bisa terdistribusi melalui saluran yang semestinya sehingga tidak membebani drainase bandara,” ujarnya, Selasa (9/6).
Menurut Abdul Haris, upaya tersebut merupakan langkah antisipatif mengingat curah hujan yang masih sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Apalagi, kondisi cuaca saat ini cukup sulit diprediksi dan kerap terjadi hujan deras secara tiba-tiba.
Ia mengungkapkan, kawasan bandara sempat mengalami genangan air saat hujan deras. Namun genangan tersebut hanya berlangsung singkat dan tidak sampai mengganggu operasional penerbangan.
“Memang sempat ada genangan, tetapi cepat surut dan tidak menghambat penerbangan. Meski begitu, kondisi seperti ini tetap harus diantisipasi,” katanya.
Abdul Haris menegaskan, meskipun genangan tidak sampai menyebabkan gangguan terhadap jadwal penerbangan, keberadaannya tetap berpotensi memengaruhi aspek keselamatan dan keamanan operasional bandara.
“Dari sisi keselamatan dan keamanan tentu ada pengaruhnya jika terjadi genangan air. Karena itu kami berupaya semaksimal mungkin agar kondisi tersebut tidak terjadi,” ujarnya.
Ia mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah yang telah melakukan normalisasi drainase sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk memastikan kawasan bandara tetap aman dari potensi genangan yang dapat mengganggu pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan.
“Ini lebih kepada tindakan antisipasi. Kami bersyukur pemerintah daerah segera merespons karena yang terpenting adalah memastikan operasional bandara tetap berjalan aman dan lancar,” katanya.
Abdul Haris berharap normalisasi drainase yang dilakukan dapat mengurangi risiko genangan air di kawasan bandara, sehingga pelayanan penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit dapat terus berjalan optimal meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang berubah-ubah.
“Harapannya tidak ada lagi genangan air yang dapat memengaruhi operasional maupun pelayanan di bandara. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko