SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah permanen di Perumahan Mandiri Residence, Jalan Walter Condrat, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (6/6/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.55 WIB itu sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang muncul di tengah malam memecah keheningan kawasan perumahan dan membuat sejumlah warga berhamburan keluar rumah.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Berkat respons cepat petugas gabungan, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Relawan Ketapi 3, Ikram mengatakan saat tim tiba di lokasi, api sudah membakar bangunan rumah. Proses pemadaman berlangsung sekitar setengah jam hingga kondisi dinyatakan aman.
“Saat kami tiba, api sudah membakar bangunan rumah. Pemadaman berlangsung sekitar 30 hingga 35 menit sampai api berhasil dipadamkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu pagi (6/6/2026).
Menurut dia, posisi rumah yang terbakar cukup jauh dari bangunan lain sehingga memudahkan petugas mencegah api menjalar ke permukiman sekitar. Meski demikian, petugas tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Sejumlah unsur terlibat dalam proses pemadaman, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran Kotim, PMI Kotim, Relawan Ketapi 3, MPA Teluk Dalam, Redkar Masjid Jami Assalam, Relawan Dompet Peduli Kotim, Relawan Pemadam Api Swadaya, serta warga setempat.
Ikram. memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Selain itu, tidak ada rumah lain yang terdampak akibat kebakaran tersebut.
“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah lain yang terdampak. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dan kami menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian,” katanya.
Sementara itu, aparat kepolisian turut melakukan pengamanan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih dala penyelidikan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko