Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Meski Masih Diguyur Hujan, Kotim Sudah Masuk Zona Sangat Mudah Terbakar

Usay Nor Rahmad • Selasa, 26 Mei 2026 | 12:20 WIB
Peta potensi kemudahaan kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca wilayah Kalimantan Tengah menunjukan berwarna merah artinya sangat mudah terbakar. (BMKG)
Peta potensi kemudahaan kebakaran ditinjau dari analisa parameter cuaca wilayah Kalimantan Tengah menunjukan berwarna merah artinya sangat mudah terbakar. (BMKG)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Meski hujan masih kerap turun di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan tanda serius. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan menempatkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah dalam kategori merah atau “sangat mudah terbakar”.

Berdasarkan laporan rekapitulasi hotspot 24 jam terakhir dari Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, wilayah Kotim memang masih tercatat nihil titik panas. Namun kondisi itu belum bisa membuat lengah.

Analisis parameter cuaca BMKG menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran sudah berada di level tinggi. Dalam peta kerawanan karhutla periode 26–27 Mei 2026, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, didominasi warna merah.

Warna merah tersebut menandakan kondisi lahan sangat rentan terbakar akibat mulai menurunnya kelembapan udara serta meningkatnya pengeringan vegetasi dan lahan gambut.

Di sisi lain, BMKG masih memprediksi potensi pertumbuhan awan hujan kategori sedang hingga tinggi sampai 27 Mei 2026. Namun kondisi tersebut dinilai hanya bersifat sementara karena wilayah Kalteng mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur  Multazam, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga karhutla lebih awal sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau.

“Walaupun saat ini masih masa transisi, kita tetapkan status siaga lebih awal selama 185 hari, agar semua pihak punya waktu untuk bersiap,” ujarnya.

Status siaga karhutla di Kotim berlaku mulai 8 April hingga 10 Oktober 2026. Menurut Multazam, penetapan status tersebut bukan berarti kondisi darurat sudah terjadi, melainkan untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak sebelum ancaman membesar.

Melalui status siaga itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta segera memetakan kebutuhan penanganan karhutla, mulai dari kesiapan anggaran, personel, hingga langkah mitigasi di wilayah rawan.

“Dengan waktu yang cukup panjang ini, kita ingin penanganan lebih terencana, baik dari sisi pencegahan maupun kesiapan di lapangan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan status siaga dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat apabila terjadi eskalasi bencana sesuai parameter yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Nanti apabila terjadi kedaruratan sesuai parameter yang kita miliki, kita akan naikkan status menjadi tanggap darurat. Biasanya berlaku tujuh hari atau kelipatannya, tergantung perkembangan di lapangan,” jelasnya.

Kondisi “sangat mudah terbakar” menjadi perhatian serius karena Kotim memiliki cukup banyak kawasan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau panjang. Pemerintah berharap langkah pencegahan sejak dini mampu menekan potensi karhutla sebelum memasuki puncak musim kering 2026. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#ramalan cuaca #BMKG #cuaca #mudah terbakar #hujan