SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana pagi di kawasan Jalan Walter Condrad Gang Jaya Nomor 09, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, mendadak geger setelah warga menemukan seekor ular puraca di samping rumah, Senin (25/5).
Kemunculan ular tersebut membuat penghuni rumah khawatir hingga akhirnya melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Laporan diterima petugas sekitar pukul 06.42 WIB dari seorang warga bernama Andri Ari Anggara Fitrianur. Setelah menerima informasi dan melakukan validasi, Kepala Peleton I langsung mengerahkan Regu III menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Petugas berangkat menggunakan Unit Rescue Hilux Merah sekitar pukul 06.44 WIB dan tiba di lokasi empat menit kemudian.
“Sesampainya di tempat kejadian, kami diarahkan menuju bagian samping rumah pelapor. Ular diketahui berada di dalam selokan yang berada di sisi rumah warga,” ungkap Kepala Peleton I Disdamkarmat Kotim Akhmad Ilma Wahyudi.
Petugas kemudian langsung melakukan penanganan dan berhasil mengevakuasi ular tersebut dalam waktu singkat. Operasional dinyatakan selesai sekitar pukul 06.57 WIB dan seluruh personel kembali ke markas komando sekitar pukul 07.03 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Ular puraca sendiri merupakan salah satu jenis ular sanca khas Kalimantan yang memiliki nama ilmiah Python breitensteini. Ular ini dikenal tidak berbisa, namun memiliki lilitan yang kuat untuk melumpuhkan mangsanya.
Jenis ular ini umumnya hidup di kawasan rawa, semak, hutan, hingga area dekat aliran air. Saat musim cuaca berubah atau habitatnya terganggu, ular puraca kerap muncul ke permukiman warga untuk mencari tempat berlindung maupun mangsa seperti tikus.
Meski tidak berbisa, warga tetap diminta tidak mencoba menangani sendiri apabila menemukan ular berukuran besar. Sebab, ular sanca dapat menyerang saat merasa terancam.
Damkarmat Kotim mengimbau masyarakat segera melapor kepada petugas apabila menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan permukiman agar dapat ditangani dengan aman. (oes)
Editor : Slamet Harmoko