SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Potensi hujan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih cukup tinggi dalam dua hari ke depan.
Namun di tengah kondisi cuaca yang masih basah itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) justru mendeteksi kemunculan titik panas atau hotspot di wilayah Kotim.
Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim, Senin (25/5/2026), potensi pertumbuhan awan hujan di Kotim pada 25 hingga 26 Mei 2026 berada pada kategori tinggi. Kondisi itu menunjukkan peluang hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Meski demikian, BMKG juga mencatat adanya satu titik panas yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir.
Hotspot tersebut berada di Kecamatan Cempaga, tepatnya di Kelurahan Rubung Buyung. Titik panas terpantau oleh satelit NOAA-20 dengan tingkat kepercayaan 8 dan radius kemungkinan mencapai 321 meter.
Munculnya hotspot di tengah potensi hujan tinggi menjadi perhatian tersendiri. Sebab, kondisi cuaca di Kotim saat ini dinilai cukup dinamis.
Pada waktu tertentu hujan masih turun, namun suhu panas pada siang hari tetap dapat memicu peningkatan suhu permukaan lahan.
Selain itu, lahan gambut yang mulai mengering juga berpotensi memunculkan titik panas apabila ada aktivitas pembakaran terbuka.
Dalam peta analisa parameter cuaca Kalimantan Tengah, sebagian besar wilayah masih berada pada kategori aman atau tidak mudah terbakar.
Namun BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Kemunculan hotspot ini juga menjadi sinyal awal agar upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diperketat, terutama di wilayah rawan gambut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan dini guna mencegah munculnya kebakaran yang lebih luas saat memasuki musim kemarau beberapa bulan mendatang. (oes)
Editor : Slamet Harmoko