SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menggelar gotong royong massal, membersihkan saluran air (drainase) yang tersumbat di sejumlah kawasan terdampak banjir di Kota Sampit, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Kotim, Irawati sebagai upaya mempercepat penanganan genangan air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Gotong royong dipusatkan di sepanjang Jalan Cristopel Mihing hingga Simpang Desmon Ali, Kecamatan Baamang. Sejumlah personel gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW diterjunkan membersihkan drainase dari tumpukan sampah dan endapan pasir.
Baca Juga: Landing Perdana Super Air Jet di Sampit Dijadwalkan 12 Juni
Turut hadir Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) A Taufik, Kasatpol PP Widya Yulianti, Plt Camat Baamang Yudi Aprianur, serta para lurah di wilayah Kecamatan Baamang.
OPD yang terlibat di antaranya Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), BPBD, Damkarmat, DLH dan Satpol PP.
“Alhamdulillah hari ini saya memimpin langsung kegiatan gotong royong yang diikuti beberapa OPD terkait,” ucap Irawati.
Baca Juga: Banjir Hulu hingga Kota Jadi Perhatian, DPRD Kotim Minta Solusi Konkret
Menurutnya, banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Baamang dan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dipicu tersumbatnya saluran drainase dan meningkatnya debit air akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Ia menyebut beberapa titik genangan cukup parah berada di Jalan Cristopel Mihing, Jalan Walter Condrad, kawasan Tjilik Riwut hingga Perumahan Bromo. Bahkan sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas turut terdampak banjir.
“Untuk sementara pemerintah daerah melakukan gotong royong secara manual,” tambahnya.
Baca Juga: Rupiah Terus Melemah, Masuk 5 Mata Uang Terlemah di Dunia
Selain mengerahkan personel gotong royong, pemerintah daerah sebelumnya juga telah menurunkan empat unit alat berat untuk membantu normalisasi drainase di sejumlah titik rawan banjir.
Dalam kegiatan tersebut, petugas turut membongkar beberapa drainase berbahan kayu yang dinilai menghambat aliran air. Setelah dibersihkan, arus air di saluran drainase mulai kembali lancar.
Irawati mengakui proses penanganan drainase tidak mudah karena terdapat sejumlah lokasi yang sulit dijangkau alat berat akibat kondisi lingkungan dan bangunan warga yang menjorok ke saluran air.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Pemkab Kotim Gelar Gerakan Pangan Murah di Sampit
Meski demikian, pemerintah daerah terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar proses normalisasi drainase dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah masyarakat mau bekerja sama setelah kami turun langsung memberikan pemahaman,” tandasnya. (ktr-2/fm)
Editor : Farid Mahliyannor