SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - SDS Eka Tjipta Mandang memberikan penguatan kepada anak didik di bidang literasi.
Kegiatan itu dilaksanakan dengan konsep study tour yang dilaksanakan Rabu (13/06/2026). Radar Sampit menjadi pilihan untuk menambah wawasan tentang literasi kepada anak didik.
Rombongan SDS Eka Tjipta yang berjumlah 30 orang dan 10 guru pendamping tiba di Kantor Radar Sampit, pukul 10.00 Wib. Mereka langsung dipandu tim Radar Sampit yang dipimpin Tono Triyanto.
Peserta yang kesemuanya siswa kelas VI diajak berkeliling ke ruang redaksi untuk melihat langsung proses awal pembuatan koran.
“Di sini merupakan pusat kontrol pembuatan koran Radar Sampit. Proses pertama mulai dari perencanaan pembuatan berita oleh wartawan dilakukan di sini. Sebagai penanggunjawab di ruang ini ada pada Pemimpin Redaksi,” ucap Tono.
Siswa juga dijelaskan bagaiman pembuatan desain koran sebelum diterbitkan. Sebelum itu dibuat, ada proses panjang yang harus dilalui. Semuanya dilakukan untuk memberikan hasil yang baik dan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik.
“Prosesnya berjenjang, mulai dari wartawan hingga berakhir di redaktur sebagai pintu akhir pembuatan berita,” kata Tono.
Selanjutnya siswa diajak ke ruang percetakan untuk memberikan visual secara langsung bagaimana koran diproduksi.
Mulai dari penyiapan kertas, tinta hingga pengoperasian mecin cetak. Semaunya dilakukan oleh tenaga profesional.
“Proses akhir pembuatan koran ada di sini. Sebelum dicetak wajib diteliti kembali biar tidak terjadi kesalahan cetak,” ungkap Tono.
Kepala SDS Eka Tjipta Mandang Deddy Muryanto menyampaikan terimakasih kepada Radar Sampit yang telah bersedia menerima kunjungan ini.
Menurutnya kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang diberikan kepada anak didik, khususnya mereka yang sudah mendekati kelulusan.
Lewat kegiatan ini, Deddy berharap bisa memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak didik bagaimana koran itu diproduksi. Dan yang paling penting jadi program peningkatan literasi kepada anak didik.
“Mereka senang diajak ke sini. Tidak hanya sekadar tahu ruang redaksi dan percetakan, tapi juga mendapatkan penjelasan dan melihat langsung bagaimana koran itu dibuat. Ini juga memberikan manfaat tidak hanya bagi siswa tapi juga bagi saya dan guru lainnya,” ucap Deddy. (ton/soc)
Editor : Slamet Harmoko