SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kawasan Taman Kota Sampit yang kini menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk jogging dan jalan kaki menuai sorotan.
Jalur khusus olahraga di area tersebut dinilai kurang layak dan tidak nyaman digunakan, sehingga sebagian warga memilih berolahraga di badan jalan sekitar taman.
Setiap pagi dan sore, kawasan Taman Kota Sampit dipadati masyarakat yang datang untuk berolahraga maupun sekadar bersantai bersama keluarga. Pada akhir pekan, kawasan ini juga menjadi titik aktivitas car free day yang ramai dikunjungi warga.
Tidak hanya dipenuhi pejalan kaki dan pelari, area tersebut juga ramai oleh pedagang yang menjajakan berbagai makanan dan minuman. Suasana itu membuat Taman Kota Sampit menjadi salah satu ruang publik paling hidup di pusat kota.
Namun di balik ramainya aktivitas masyarakat, sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalur olahraga yang dianggap kurang kondusif. Beberapa bagian jalur disebut memiliki banyak halangan dan rintangan sehingga mengganggu kenyamanan pengguna.
Akibatnya, tidak sedikit warga memilih menggunakan jalan raya di sekitar taman sebagai jalur jogging maupun jalan kaki. Kondisi tersebut dinilai cukup membahayakan, terutama saat arus kendaraan sedang ramai.
“Harusnya jalur khusus olahraga dibuat nyaman supaya warga tidak turun ke jalan raya. Sekarang malah banyak yang memilih jogging di pinggir jalan karena jalurnya kurang enak dipakai,” ujar Mursidi, salah seorang warga, Minggu (10/5/2026).
Selain jalur olahraga, warga juga menyoroti kondisi fasilitas eks pos polisi di sekitar taman yang dinilai tidak dimanfaatkan dan terlihat terbengkalai. Bangunan itu disebut justru menambah kesan kumuh di kawasan ruang publik tersebut.
Padahal, menurut warga, Taman Kota Sampit memiliki potensi besar menjadi ruang olahraga dan rekreasi yang nyaman jika dilakukan penataan secara maksimal.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan, khususnya pada jalur olahraga dan penataan fasilitas umum agar kawasan taman lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kalau fasilitasnya bagus tentu warga makin semangat olahraga. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, minimal kuat juga antre BBM,” celetuk warga sambil tertawa. (oes)
Editor : Slamet Harmoko