SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Rencana operasional penerbangan maskapai Super Air Jet di Bandara H. Asan Sampit pada 7 Mei 2026 masih menunggu keputusan dari pihak maskapai, meski seluruh kesiapan teknis telah dinyatakan rampung.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Raihansyah, mengatakan hingga kini belum ada perubahan terkait jadwal yang sebelumnya diumumkan. Namun, penjualan tiket juga belum terlihat di berbagai aplikasi.
“Untuk tanggal 7 Mei sejauh ini belum ada perubahan. Hanya saja penjualan tiket memang belum terlihat. Kami mendapat informasi kemungkinan hari ini atau besok ada keputusan dari tim Lion Air terkait hal tersebut,” katanya, Jumat (1/5).
Ia menjelaskan, dari sisi teknis seluruh persyaratan operasional telah terpenuhi, mulai dari ground handling, slot penerbangan, hingga perizinan di Bandara H. Asan Sampit dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.
Selain itu, hambatan visual (obstacle) berupa pepohonan di sekitar landasan yang sebelumnya menjadi perhatian pilot juga telah ditangani.
“Beberapa pohon yang menjadi atensi sudah kami tebang, baik di sisi barat maupun timur landasan. Untuk pohon milik masyarakat masih dalam proses dan akan segera diselesaikan,” jelasnya.
Raihansyah menambahkan, kesiapan landasan pacu telah melalui serangkaian uji teknis, termasuk pengukuran kekuatan permukaan (PCN), simulasi pergerakan pesawat, hingga area parkir.
“Semua sudah disimulasikan dan dinyatakan mencukupi. Sertifikat bandara juga sudah keluar setelah dilakukan pengecekan oleh tim dari Lion Group,” katanya.
Terkait armada, Super Air Jet direncanakan menggunakan pesawat berkapasitas 180 penumpang. Namun, demi keselamatan dan ruang untuk kargo, tingkat keterisian penumpang akan dibatasi.
“Kapasitasnya 180 penumpang, tetapi nantinya hanya diisi sekitar 70 sampai 80 persen karena juga membawa barang dan mempertimbangkan aspek keselamatan,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap keputusan dari pihak maskapai segera keluar agar rencana pembukaan rute penerbangan ini dapat terealisasi sesuai jadwal. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko