Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kesehatan Mental WBP Jadi Perhatian, Lapas Sampit Lakukan Skrining Rutin

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 20 April 2026 | 20:38 WIB
SCREENING: Petugas melakukan screening kesehatan mental WBP Lapas Sampit, Jumat (17/4/2026). FOTO: LAPAS SAMPIT/RADAR SAMPIT
SCREENING: Petugas melakukan screening kesehatan mental WBP Lapas Sampit, Jumat (17/4/2026). FOTO: LAPAS SAMPIT/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Lapas Kelas IIB Sampit memperkuat langkah deteksi dini melalui screening kesehatan mental untuk meminimalkan dampak psikologis yang berpotensi muncul selama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tinggal di balik jeruji penjara.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas layanan kesehatan tetapi menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas kondisi psikologis WBP yang rentan mengalami stres akibat keterbatasan ruang gerak, keterpisahan dari keluarga, hingga proses adaptasi sosial di dalam Lapas.

Screening dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui pengisian instrumen psikologis dan wawancara singkat. Dari proses ini, petugas dapat memetakan kondisi emosional warga binaan, sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan mental sejak dini.

Baca Juga: Usai Retret Lemhanas, Ketua DPRD Kotim Siap Perkuat Arah Pembangunan

Kepala Lapas Sampit Muhammad Yani menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi mental. 

“Kondisi psikologis sangat berpengaruh terhadap proses pembinaan. Jkia terdeteksi lebih awal, penanganannya bisa lebih tepat dan terarah,” ujarnya.

Upaya ini semakin diperkuat dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan Lapas. Sehari sebelumnya, petugas kesehatan dibekali pelatihan penggunaan instrumen DASS-42 (Depression Anxiety Stress Scales), yang berfungsi mengukur tingkat depresi, kecemasan, dan stres secara lebih akurat.

Baca Juga: Selisih Harga Cukup Tinggi, Konsumen BBM Industri Beralih ke SPBU

Melalui pelatihan tersebut, tenaga kesehatan tidak hanya memahami teori, tetapi juga langaung mempraktikkan cara pengisian serta interpretasi hasil, sehingga hasil screening menjadi lebih terukur dan dapat ditindaklanjuti dengan tepat.

Menurut Yani, kombinasi antara peningkatan kompetensi petugas dan screening langsung kepada warga binaan merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanis. 

“Kami ingin memastikan warga binaan tetap dalam kondisi mental yang stabil selama menjalani masa pidana, sehingga saat kembali ke masyarakat mereka sudah lebih siap,” katanya.

Baca Juga: Prioritaskan Jemaah Lansia, Pemkab Kotim Siapkan Fasilitas Pendukung

Program ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk menciptakan lingkungan Lapas yang lebih sehat dan kondusif. Denagn perhatian pada kesehatan mental,

“Lapas Sampit tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga mendorong proses pemulihan dan reintegrasi sosial warga binaan secara optimal,” tandasnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#screening #deteksi dini #kesehatan #warga binaan pemasyarakatan (wbp) #lapas sampit