Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pengelola SPPG Diberi Pengetahuan Tentang Mutu Ikan

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 16 April 2026 | 21:15 WIB
KEGIATAN: Dinas Perikanan Kotim memberi pemahaman terkait mutu ikan di dapur MBG, Jalan Jeruk Sampit, Kamis (16/4/2026). FOTO: DISKAN KOTIM/RADAR SAMPIT
KEGIATAN: Dinas Perikanan Kotim memberi pemahaman terkait mutu ikan di dapur MBG, Jalan Jeruk Sampit, Kamis (16/4/2026). FOTO: DISKAN KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perikanan Kotim memberikan pemahaman mutu ikan bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jeruk 1 No. 8 tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan SPPG guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pengelola dapur terkait standar mutu ikan.

Kepala SPPG Kotim wilayah Mentawa Baru Ketapang dan Mentawa Baru Hilir, Muhammad Rizal Firmansyah menyebut, edukasi ini sangat penting agar bahan pangan yang disajikan benar-benar aman dan berkualitas.

Baca Juga: Empat Budak Sabu di Seruyan Kompak Masuk Bui

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahan baku ikan yang diolah di dapur meemnuhi standar kesegaran dan keamanan, sehingga manfaat gizinya optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, F Betti Riani menjelaskan, kegiatan ini menitikberatkan pentingnya menjaga kualitas ikan sejak penanganan awal hingga siap dikonsumsi, terutama untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Baca Juga: Bisnis Haram Terbongkar, Penghuni Barak di Palangka Raya Tak Berkutik Dibekuk Polisi

Dia menegaskan bahwa mutu ikan tidak hanya dilihat dari tampilan luar, tetapi juga mencakup aspek fisik, kimia, mikrobiologi, hingga organoleptik atau penilaian indrawi.

“Ikan segar dapat dikenali dari mata yang jernih dan menonjol, insang merah cerah, bau segar, serta tekstur kenyal. Sebalikmya, ikan yang tidak segar menunjukkan tanda seperti mata keruh, bau busuk, dan daging lembek,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Betti menekankan bahwa faktor penentu mutu ikan sangat panjang, dimulai sejak ikan masih hidup hingga sampai ke tangan konsumewn. Kondisi lingkungan perairan, kualitas pakan, kesehatan ikan, hingga metode penangkapan turut memengaruhi kualitas akhir.

Baca Juga: Pilu! Penghuni Barak Akhiri Hidup di Kusen Pintu Kamar Mandi

Selain itu, penanganan pasca panen menjadi faktor paling krusial. Ikan harus segera didinginkan menggunakan es untuk menekan pertumbuhan bakteri. Rantai dingin (cold chain) juga harus dijaga secara konsisten selama dstribusi agar kualitas tetap terjaga.

“Kesalahan pada satu tahapan saja bisa menurunkan mutu ikan secara signifikan. Misalnya, penyimpanan yang tidak stabil atau distribusi tanpa pendingin akan mekmpercepat proses pembusukan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah ikan mati, akan terjadi proses alami seperti autolisis (penguraian oleh enzim), oksidasi lemak yang menimbulkan bau tengik, serta aktivitas bakteri yang menyebabkan pembusukan. Proses ini akan berdampak pada perubahan warna, bau, dan tekstur ikan.

Baca Juga: Breaking News! Mandi di Sungai Katingan, Pemuda Desa Telangkah Dilaporkan Hilang Tenggelam

Untuk itu, prinsip utama menjaga mutu ikan adalah pendinginan cepat, penyimpanan pada suhu rendah (0–4°C), penanganan higienis s, distribusi cepat, serta pengolahan yang tepat.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perikanan berharap para pengelola dapur, khususnya dalam program pemenuhan gizi, dapat lebih selektif dan memahami standar mutu ikan.

Dengan demikian, kualitas pangan yang disajikan kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan dan gizi di Kotim. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#pengetahuan #SPPG #ikan #sosialisasi #Mbg