Pokdakan di Kotim Dilatih Produksi Pakan Ikan secara Mandiri

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 20:41 WIB
PELATIHAN: Tim dari Diskan Kotim dan Penyuluh Perikanan melakukan pendampingan dan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Pokdakan Sumber Jaya Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Senin (13/4/2026). FOTO: DISKAN KOTIM/RADAR SAMPIT
PELATIHAN: Tim dari Diskan Kotim dan Penyuluh Perikanan melakukan pendampingan dan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Pokdakan Sumber Jaya Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Senin (13/4/2026). FOTO: DISKAN KOTIM/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Jaya, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean dalam pembuatan pakan ikan mandiri, Senin (13/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi yang diajukan Pokdakan Sumber Jaya terkait pendampingan pengoperasian mesin serta simulasi pencetakan pakan ikan.

Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi melalui JF (Jabatan Fungsional) Analis Akuakultur Ahli Muda Bakhtiar menjelaskan, pihaknya bersama tim dan penyuluh perikanan langsung turun ke lokasi untuk memberikan edukasi teknis kepada kelompok.

Baca Juga: DPRD KOTIM: Kepedulian CSR Perkebunan Kelapa Sawit Masih Rendah

“Pendampingan dan pelatihan ini bertujuan agar kelompok mampu membuat pakan ikan secara mandrii dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti dedak, tepung jagung, dan tepung ikan dari ikan rucah,” ujar Bakhtiar yang merupakan tenaga ahli dalam hal pembuatan pakan mandiri. 

Menurutnya, kemampuan memproduksi pakan mandiri sangat penting untuk meningkatkan efisiensi usaha budidaya. Selain itu, kelompok juga dilatih mengoperasikan alat cetak pakan agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

“Dengan pakan mandiri, biaya produksi bisa ditekan hingga 30 sampai 60 persen, sehingga keuntungan pembudidaya juga meningkat,” tambahnya.

Baca Juga: Rp7,67 Miliar Dana Desa untuk Bencana di Kotim

Bakhtiar menuturkan, pembuatan pakan mandiri juga memberi sejumlah manfat lain, seperti mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang harganya fluktuatif, serta memungkinkan pembudidaya menyesuaikan kandungan nutrisi pakan sesuai kebutuhan ikan.

Selain itu, pemanfaatan bahan baku lokal dinilai mampu memberdayakan potensi sumber daya di sekitar lingkungan, sekaligus mendukung kemandirian usaha budidqya ikan.

Program ini juga sejalan dengan Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) yang digagas pemerintah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi pembudidaya ikan.

Baca Juga: Pascalebaran! Harga Telur di Pasar Sampit Masih Tinggi

Sementara itu, Ketua Pokdakan Sumber Jaya Gatot Imawanto menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perikanan Kotim terhadap permohonan yang diajukan kelompoknya.

“Kami mengajukan surat permohonan pendampingan pengoperasian mesin dan simulasi cetak pakan ikan. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” ungkapnya.

“Melalui pendampingan dan pelatihan tersebut, anggota kelompok mampu memproduksi pakan secara mandiri sehingga usaha budidaya ikan yang dijalankan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan,” harapnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
pokdakan perikanan Kotawaringin Timur (Kotim) parenggean pakan ikan