SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus memperkuat sektor pertanian melalui gerakan tanam padi serentak yang digelar di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Kamis (9/4/2026).
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya yang tepat sasaran dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan di tebgah ancaman perubahan iklim ekstrem dan krisis global.
“Gerakan menanam padi serentak ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan luas tanam dan optimalisasi lahan, terutama pada lahan tadah hujan. Petani kita dorong untuk memanfaatkan waktu tanam secara tepat dan sumber daya secara efisien,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD KOTIM: Dusun Tandang Butuh Jembatan Beton
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 284 hektare lahan di Kotim yang tersebar di beberapa kecamatan dan ikut dalam program tanam serentak tersebut. Masa tanam diperkirakan berlangsung selama empat bulan, mulai April hingga Juli 2026.
“Berdasarkan informasi, awal musim kemarau diprediksi terjadi pada minggu ketiga Juni, dengan puncaknya di September hingga Oktober. Mudah-mudahan kegiatan yang kita mulai hari ini bisa panen sekitar Agustus,” jelasnya.
Menurut Umar, upaya ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian dalam mendorong peningkatan produksi padi nasional serta mewujudkan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.
Baca Juga: BPJS: Bayi Tidak Langsung Masuk JKN
“Masalah pangan adalah kedaulatan, bahkan menyangkut kemerdekaan dan keberlangsungan hidup bangsa. Jika ingin maju, maka pangan harus aman terlebih dahulu. Untuk itu kita harus bekerja sama mempertahankan swasembada pangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kotim Achmad Rifani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kalimantan Selatan dengan luas mencapai 10 ribu hektare.
“Kalimantan Tengah hari ini berpartisipasi sekitar 5.000 hektare, dan Kotim berkontribusi 284 hektare dari program cetak sawah rakyat,” ungkapnya.
Baca Juga: Dinkes Kotim Ingatkan Warga untuk Waspada Dampak Musim Kemarau
Di lokasi kegiatan, kelompok tani mengelola lahan sekitar 35 hektare, dengan 5 hektare di antaranya sudah siap dan langsung ditanami pada hari pertama. Ia memastikan kegiatan tanam akan terus berlanjut dan diikuti kelompok tani lainnya di Kotim.
“Untuk periode April ini, target luas tambah tanam di Kotim mencapai 834 hektare. Kami optinis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan semua pihak,” katanya.
Baca Juga: DPR RI: Negara Tak Boleh Kalah! Bongkar Kasus Tambang Ilegal di Kalteng Sampai Tuntas
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan oleh penyuluh pertanian serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan Kepolisian, dalam menyukseskan program swasembada pangan berkelanjutan di daerah tersebut.
“Walaupun masih ada lahan dalam proses pengolahan, kami tetap berupaya maksimal. Sesuai arahan Menteri Pertanian, lahan ynag masih memiliki tunggul pun tetap bisa dimanfaatkan untuk ditanam,” pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor