Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ada Sirkulasi Siklonik, Cuaca Kalteng Diprediksi Lebih Ekstrem dari Biasanya

Usay Nor Rahmad • Selasa, 7 April 2026 | 12:57 WIB
Awan hitam di langit Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Awan hitam di langit Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Masyarakat di Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, kondisi cuaca diprediksi akan lebih ekstrem dari biasanya akibat adanya fenomena sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Kalimantan.

Berdasarkan peringatan dini yang dirilis Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, sirkulasi siklonik terpantau terbentuk di perairan selatan Kalimantan Barat.

Fenomena ini memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang berdampak langsung terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Tengah.

Selain itu, kondisi atmosfer yang lembap serta labilitas udara yang cukup kuat turut mempercepat proses pembentukan awan konvektif. Akibatnya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara merata di sejumlah wilayah.

“Potensi hujan dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang, bahkan berpeluang terjadi puting beliung dalam durasi singkat,” demikian keterangan resmi yang disampaikan BMKG.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Kota Palangka Raya.

Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2026. BMKG mengingatkan bahwa fenomena tersebut bersifat lokal, namun dapat terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas cukup tinggi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun tinggal di wilayah rawan bencana.

BMKG juga membuka layanan informasi cuaca selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut melalui kanal resmi yang tersedia.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu ini, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko yang dapat terjadi. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#awan hitam #Sirkulasi Siklonik #cuaca ekstrem #sampit #mendung