SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Namun, kondisi berbeda masih terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang hingga saat ini masih berada dalam fase musim hujan.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menyampaikan bahwa masa peralihan musim di Kotim diprakirakan baru akan terjadi dalam waktu dekat, yakni antara April hingga Mei 2026.
“Memang sebagian besar daerah di Indonesia sudah masuk masa peralihan musim, untuk Kotim saat ini masih musim hujan. Peralihan ke musim kemarau kemungkinan terjadi April atau Mei,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa fase peralihan atau pancaroba justru menjadi periode yang perlu diwaspadai. Pasalnya, kondisi cuaca pada masa ini cenderung tidak menentu dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
“Di masa transisi biasanya rawan hujan deras yang bisa disertai angin kencang,” jelasnya.
Setelah melewati masa transisi tersebut, Kotim diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini mulai berlangsung pada Mei hingga Juni.
Bahkan, durasi kemarau diperkirakan mencapai 100 hingga 120 hari atau hampir empat bulan. Angka ini jauh lebih lama dibandingkan rata-rata normal yang hanya sekitar dua bulan.
“Kalau biasanya sekitar 60 hari, tahun ini bisa sampai 100–120 hari,” tegas Mulyono.
Dengan pola cuaca yang dinilai cukup dinamis tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan pentingnya memantau informasi cuaca resmi secara berkala sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah. (oes)
Editor : Slamet Harmoko