SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) turut mendorong meningkatnya minat masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur dalam berburu emas jelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Meski harga emas saat ini tergolong tinggi, antusiasme warga tetap tidak surut.
Hal tersebut terlihat dari ramainya aktivitas di sejumlah toko emas di Kota Sampit dalam beberapa hari terakhir.
Salah satunya di Toko Emas Mitra Baru yang berada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM).
Pengelola toko, Muliana Sari, mengatakan tren penjualan emas mengalami lonjakan signifikan seiring cairnya THR dan mendekatnya Lebaran.
“Tren penjualan emas untuk saat ini meningkat drastis. Dibanding hari biasa naik lebih dari 30 persen, dan puncaknya diperkirakan H-1 Lebaran bisa tembus 40 persen,” ujarnya, Rabu.
Ia menjelaskan, harga emas saat ini masih fluktuatif mengikuti pergerakan pasar global. Meski sempat melambung tinggi, belakangan harga mulai cenderung stabil.
Namun dibandingkan tahun lalu, kenaikannya cukup signifikan, bahkan mencapai lebih dari 60 persen.
Sebagai gambaran, emas jenis 999 yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,62 juta per gram, kini mencapai Rp2,55 juta per gram.
Meski harga tinggi, kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi minat beli masyarakat. Bahkan, tren transaksi menunjukkan lebih banyak warga yang membeli dibandingkan menjual emas.
“Sekarang perbandingan pembeli dan penjual sekitar 80 banding 20. Artinya minat beli jauh lebih tinggi,” jelasnya.
Fenomena ini dipicu oleh keinginan masyarakat untuk tampil maksimal saat Lebaran, sekaligus memanfaatkan emas sebagai bentuk investasi. Perhiasan dinilai tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga memiliki nilai simpan yang relatif stabil.
Salah seorang pembeli, Fitriani, mengaku sengaja menyisihkan sebagian THR untuk membeli emas. Menurutnya, langkah tersebut lebih bijak dibandingkan menghabiskan uang untuk kebutuhan konsumtif.
“Saya beli emas supaya uang THR tidak langsung habis. Selain untuk dipakai saat Lebaran, ini juga jadi simpanan jangka panjang,” ujarnya.
Berdasarkan data pasar di Sampit per 13 Maret 2026, harga emas batangan terpantau tinggi. Emas Antam berada di kisaran Rp3,15 juta per gram, sementara emas UBS sekitar Rp2,95 juta per gram.
Untuk emas perhiasan, jenis 999 atau setara 24 karat dibanderol Rp2,55 juta per gram. Sementara emas 750 (17 karat) dijual sekitar Rp2,2 juta per gram, emas 700 (16 karat) Rp2,05 juta, dan emas 375 (8 karat) berada di kisaran Rp1,18 juta per gram.
Dengan tren tersebut, aktivitas jual beli emas di Sampit diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idulfitri, seiring tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi sekaligus mempercantik penampilan di momen Lebaran. (oes)
Editor : Slamet Harmoko