SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan bahwa penyaluran berbagai bantuan sosial harus tepat sasaran.
Masyarakat juga diminta turut berperan aktif mengawasi penerima bantuan agar program yang disalurkan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 200 ribu kepala keluarga (KK) penerima manfaat di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, jumlah bantuan tersebut merupakan salah satu yang terbesar yang pernah diterima daerah tersebut.
“Bantuan dari Bapak Presiden ini mencapai lebih dari 200 ribu KK penerima manfaat. Ini bantuan yang sangat besar dan belum pernah ada sebelumnya untuk Kalimantan Tengah,” ujarnya, kemarin di Sampit.
Selain bantuan sosial, pemerintah juga menyediakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat agar masyarakat dapat memeriksa kondisi kesehatannya secara rutin.
“Pemeriksaan kesehatan gratis ini juga merupakan arahan dari Bapak Presiden agar masyarakat bisa memeriksa kesehatannya secara rutin sehingga tetap dalam kondisi sehat,” kata Agustiar.
Ia menjelaskan, meskipun anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalami pemotongan dari pemerintah pusat hingga hampir Rp5 triliun, berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat tetap diupayakan berjalan.
Beberapa di antaranya melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera, bantuan pendidikan, serta bantuan sosial lainnya yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami tetap berupaya menjalankan program-program kesejahteraan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan melalui Kartu Huma Betang Sejahtera dan bantuan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga menyampaikan bahwa program pasar murah yang sebelumnya telah disubsidi pemerintah kini digratiskan bagi masyarakat.
“Sebelumnya pasar murah ini sudah disubsidi sehingga masyarakat hanya membayar Rp10 ribu. Untuk hari ini kami gratiskan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan jika menemukan penerima bantuan yang dinilai tidak layak.
“Jika ada masyarakat yang menemukan penerima bantuan, termasuk penerima Kartu Huma Betang Sejahtera, yang ternyata tergolong mampu, misalnya memiliki mobil atau aset yang besar, silakan dilaporkan. Nanti akan kami verifikasi dan validasi, dan kartunya akan kami tarik untuk diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko