SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Meski Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah masih beberapa hari lagi, suasana di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Kotawaringin Timur mulai ramai.
Sejak Minggu (8/3/2026) pagi, kawasan pasar tersebut dipadati pengunjung yang datang untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Kondisi ini terlihat dari ramainya area parkir di sekitar PPM. Kendaraan roda dua tampak berjajar hingga ada yang parkir di sisi median jalan.
Seorang penjaga parkir mengatakan, sepeda motor sengaja disusun di dekat median untuk mencegah kendaraan roda empat parkir di lokasi tersebut agar tidak memperparah kemacetan.
“Motor memang sengaja arahkan berjajar di dekat median jalan supaya mobil tidak parkir di situ. Kalau mobil ikut parkir di pinggir jalan, nanti bisa makin macet,” ujarnya.
Di bagian dalam, kawasan parkir kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memenuhi hampir seluruh area yang tersedia. Ramai nya kendaraan yang keluar masuk juga sempat membuat arus lalu lintas di jalan utama kawasan PPM tersendat.
Keramaian juga terlihat di dalam pasar. Di lobi utama, banyak pengunjung berlalu lalang, bahkan sebagian terlihat duduk-dduk di sekitar tangga menuaju lantai dua sambil beristirahat setelah berbelanja.
Pedagang pakaian pria di PPM, Eka mengatakan bahwa jumlah pengunjung pada Minggu ini lebih ramai dibandingkan Sabtu sebelumnya. Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut belum puncaknya keramaian.
“Hari ini lebih ramai daripada kemarin. Tapi biasanya puncaknya itu di minggu terakhir sebelum Lebaran, sekitar tanggal 15 Maret nanti,” katanya.
Menurut Eka, saat ini kemungkinan sebagian masyarakat masih menunggu pencairan tunjangan hari raya (THR). Karena itu, lonjakan pengunjung biasanya terjadi ketika sebagian besar pekerja sudah menerima THR.
Ia menuturkan, meningkatnya jumlah pengunjung menjelang Lebaran meruoakan momen yang selalu dinantikan para pedagang setiap tahun.
“Ramainya memang setahun sekali, tapi kami tetap bersyukur. Setidaknya tidak seperti setelah pandemi Covid-19 dulu, pasar sempat sangat sepi karena orang takut keluar rumah dan datang ke tempat ramai,” ujarnya.
Eka menilai, kondisi tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Sejak pagi, pengunjung sudah mulai berdatangan untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Sebagai pedagang pakaian pria, Eka mengatakan tren yang paling banyak dicari pembeli tahun ini adalah baju koko dan sarung. Selain itu, peci juga cukup diminati.
“Tahun ini kebanyakan cari baju koko sama sarung. Kalau tahun lalu lebih banyak yang cari gamis,” katanya.
Meski permintaan meningkat menjelang Lebaran, Eka mengaku tidak menaikkan harga dagangannya. Ia tetap menjual dengan harga standar pasar.
Untuk peci hitam polos misalnya, ia menjual seharga Rp50 ribu, sementara peci hitam dengan bordir dibanderol sekitar Rp70 ribu. Adapun baju koko dijual dengan harga antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu tergantung jenis bahan, sedangkan sarung berkisar dari Rp50 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
“Alhamdulillah dari pagi sudah mulai ramai. Mudah-mudahan di minggu terakhir nanti pengunjungnya lebih banyak lagi,” harapnya.
Sementara itu, tren busana muslim wanita tahun ini juga mengqlami perubahan. Salah seorang pedagang busana wanita di PPM, Desy, mengatakan model yang paling banyak dicari pembeli adalah gamis Inara.
“Kalau pembeli datang biasanya langsung tanya gamis Inara. Model itu yang paling banyak dicari sekarang karena lagi viral,” ujarnya.
Desy menjelaskan, gamis Inara Rusli yang dijualnya tersedoa dalam berbagai bahan, seperti bordir, ceruty, katun tisu, hingga silk. Selain gamis Inara Rusli yang terinspirasi dari public figure yang viral belakangan ini, gamis rompi lepas berbahan silk yang dipadukan denhan organza juga menjadi tren di tahun ini dan cukup banyak diminati .
Harga gamis tersebut dibanderol antara Rp230 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung jenis bahan. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap model busana tersebut turut berdampak pada peningkatan penjualan.
Baca Juga: Hadirkan Harapan di Bulan Ramadan, PLN UID Kalselteng Nyalakan 40 Rumah Lewat Program LUTD
“Alhamdulillah omzet juga ikut naik karena banyak yang mencari model itu,” pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor