SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus menunjukkan perkembangan.
Hingga 24 Februari 2026, sebanyak empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi tercatat sudah melayani lebih dari 11 ribu penerima manfaat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, mengatakan para penerima manfaat program tersebut terdiri dari siswa sekolah, santri pondok pesantren, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta kelompok rentan kategori 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program MBG merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak sekolah dan kelompok rentan melalui layanan dapur SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan. Selain mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik.
“Saat ini ada empat SPPG yang telah beroperasi, yakni di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Parenggean. Keempatnya adalah SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hilir, SPPG Kotim Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hulu, SPPG Kotim Baamang Baamang Tengah, serta SPPG Kotim Parenggean,” ujar Umar Kaderi, Minggu (8/3).
Ia menjelaskan, dari total penerima manfaat tersebut, SPPG Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hilir melayani sekitar 3.430 orang, SPPG Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hulu sebanyak 2.866 orang, SPPG Baamang sekitar 2.498 orang, dan SPPG Parenggean sekitar 2.561 orang. Para penerima manfaat terdiri dari siswa sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, santri pondok pesantren, serta kelompok 3B.
Selain empat dapur yang telah beroperasi, dua SPPG lainnya juga tengah dalam tahap persiapan operasional, yakni SPPG Kotim Baamang Baamang Barat dan SPPG Kotim Cempaga Hulu Desa Pelantaran yang termasuk dalam SPPG Polri.
Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga terus mengembangkan layanan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini terdapat sebaran SPPG di Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang, serta satu unit lagi yang sedang dalam proses pembangunan di Desa Tumbang Ramei, Kecamatan Antang Kalang.
“Pelaksanaan program ini juga melibatkan sekitar 177 relawan yang berasal dari masyarakat setempat di masing-masing SPPG. Selain itu, supplier lokal turut dilibatkan untuk memasok berbagai kebutuhan pangan, seperti ayam, ikan, sayur, buah, telur, tahu-tempe, susu, hingga gas,” tambahnya.
Umar menambahkan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal juga turut berpartisipasi dengan menyediakan produk roti, kue, serta makanan tambahan lainnya. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian lokal.
“Program ini kami harapkan tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal secara nyata,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko