Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Aspal Mengelupas, Nyali Diuji, Curhatan Warganet Soal Jalan Rusak Sampit–Samuda

Usay Nor Rahmad • Selasa, 3 Maret 2026 | 15:18 WIB

Kondisi JalanHM Arsyad Sampit-Samuda, aspal mengelupas dan membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan dan kini viral di media sosial. (Instagram duwi_nurjanah)
Kondisi JalanHM Arsyad Sampit-Samuda, aspal mengelupas dan membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengguna jalan dan kini viral di media sosial. (Instagram duwi_nurjanah)


SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Aspal mengelupas, jalan bergelombang, dan lalu lintas padat truk besar menjadi pemandangan sehari-hari di ruas Jalan HM Arsyad, jalur utama penghubung Sampit menuju Samuda. Kondisi itu kembali jadi sorotan setelah curhatan seorang warganet viral di media sosial.

Curahan hati itu datang dari akun Instagram duwi_nurjanah yang mengunggah video pada 28 Februari 2026.

Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, ia memperlihatkan kondisi jalan rusak parah, mulai dari aspal terkelupas hingga permukaan jalan yang tidak rata.

Sambil mengendarai sepeda motor, ia melontarkan pertanyaan yang mewakili kegelisahan banyak pengguna jalan.

“Masak harus nunggu banyak korban dulu baru diperbaiki. Kira-kira sampai kapan jalan Sampit–Samuda seperti ini?” ucapnya dalam video.

Hingga Selasa (3/3/2026), video itu telah ditonton sedikitnya 27 ribu kali. Unggahan tersebut juga mendapat 1.474 tanda suka dan memicu 251 komentar dari warganet. Sejumlah akun dengan jumlah pengikut besar bahkan turut membagikan ulang video tersebut.

Dalam video itu, duwi_nurjanah menjelaskan bahwa rekaman diambil saat hari libur sehingga arus lalu lintas terlihat relatif lengang. Namun, kondisi berbeda terjadi pada hari kerja.

“Kalau hari biasa di sini ramai banget. Banyak truk-truk CPO lewat, jalannya rusak, mereka berderet. Kami yang naik motor ini benar-benar kasihan,” ujarnya.

Menurutnya, lalu lalang truk tangki pengangkut minyak kelapa sawit mentah (CPO) membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama bagi pengendara roda dua yang harus berbagi jalur di tengah kondisi jalan yang tidak layak.

Meski dihantui rasa cemas, ia mengaku tetap harus melintasi ruas jalan tersebut. Sebab, jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju rumah orang tuanya di Samuda.

“Mau gimana lagi, harus lewat jalan ini karena rumah orang tua saya di sana,” katanya.

Ia berharap kerusakan jalan segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Baginya, perbaikan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan agar tidak harus menguji nyali setiap kali melintas. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#jalan rusak #sampit #kotim #kalteng