SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Memasuki bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar PPM Sampit mulai merangkak naik. Pantauan pada Kamis (19/2), aktivitas jual beli terlihat meningkat seiring warga mulai berbelanja untuk kebutuhan berbuka puasa.
Salah seorang pedagang sayur, Nuraini, mengatakan bahwa kenaikan harga paling terasa terjadi pada cabai dan bawang merah. Saat ini, bawang merah dijual Rp55.000 per kilogram untuk stok baru.
“Bawang merah sekarang Rp55 ribu untuk barang baru. Mungkin ada yang jual di bawah itu, tapi biasanya stok lama sebelum harga naik,” ujarnya.
Selain bawang merah, bawang putih juga naik menjadi Rp40.000 per kilogram. Harga cabai rawit bahkan mencapai Rp80.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Harga normal cabai rawit biasanya berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Cabai besar dan cabai keriting kini dijual Rp60.000 per kilogram, naik dari Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, tomat dijual Rp16.000 per kilogram. Harga wortel dan kentang masing-masing Rp20.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp18.000 per kilogram.
Menurut Nuraini, kenaikan harga kentang dan wortel lazim terjadi menjelang Ramadan karena meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama untuk bahan pembuatan kue tradisional.
“Biasanya saat puasa permintaan kentang naik karena banyak yang membuat kue seperti bingka,” katanya.
Adapun harga sayuran hijau seperti kangkung dan bayam masih stabil di kisaran Rp5.000 per ikat. Meski demikian, jumlah pembeli mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Pembeli lumayan ramai. Beberapa hari sebelum puasa sudah banyak yang belanja untuk stok,” tambahnya.
Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam potong. Pedagang ayam, Yani, menyebut harga ayam kini mencapai Rp42.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp36.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
“Biasanya awal puasa harga naik karena permintaan tinggi. Nanti pertengahan puasa bisa turun, tapi mendekati Lebaran naik lagi,” jelasnya.
Para pedagang memperkirakan harga sejumlah komoditas masih berpotensi berubah seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Risma, mengaku berbelanja untuk kebutuhan awal puasa dalam jumlah secukupnya.
“Tadi beli ayam dua kilo untuk stok. Sayur juga secukupnya saja. Kalau habis, nanti belanja lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan hal yang biasa sehingga masyarakat memilih berbelanja sesuai kebutuhan tanpa menimbun barang. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno