Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sambut Tahun Baru, Umat Konghucu Sampit Gelar Ibadah Tutup Tahun

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:59 WIB

Ibadah tutup tahun, menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Harmoni Kehidupan Sampit , Senin (16/2) malam.
Ibadah tutup tahun, menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Harmoni Kehidupan Sampit , Senin (16/2) malam.
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, umat Konghucu di Kota Sampit menggelar ibadah tutup tahun 2576 Kongzili di Kelenteng Harmoni Kehidupan, Senin (16/2/2026) malam. Ibadah ini menjadi momen refleksi spiritual sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan satu tahun yang telah dilalui.

Suasana ibadah berlangsung khidmat. Cahaya lilin merah di altar dan kepulan asap dupa menambah nuansa sakral. Umat memulai rangkaian ibadah dengan melantunkan kidung pujian kepada Tien (Tuhan), dilanjutkan dengan pembacaan doa yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Doa-doa tersebut ditulis di atas secarik kertas, kemudian dibacakan dan dibakar sebagai simbol penyerahan harapan kepada Tuhan. Abu dari kertas doa ditempatkan di wadah khusus, melambangkan harapan yang dipanjatkan untuk tahun baru.

Tokoh agama Konghucu Sampit, Wenshi Suhardi, mengatakan ibadah tutup tahun memiliki makna mendalam bagi umat. Selain sebagai ungkapan syukur, ibadah ini juga menjadi sarana memohon perlindungan dan keberkahan untuk memasuki tahun 2577 Kongzili.

“Melalui doa ini, kami bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui. Kami juga memohon agar di tahun yang baru senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ibadah tutup tahun dapat dilakukan secara bersama-sama maupun secara pribadi. Kedua bentuk ibadah tersebut merupakan bagian dari praktik keagamaan umat Konghucu.

Dalam ibadah itu, umat juga membacakan doa resmi yang disusun Dewan Rohaniwan Konghucu dan digunakan secara serentak oleh umat di seluruh Indonesia. Doa tersebut berisi ungkapan syukur atas perlindungan yang telah diterima sekaligus permohonan bimbingan dan keselamatan untuk tahun mendatang.

Bagi umat Konghucu, pergantian tahun Kongzili bukan sekadar penanda waktu, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan menumbuhkan harapan baru dalam menjalani kehidupan. (yn/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
#sampit #imlek