SAMPIT, Radarsampit.jawapos,com – Efisiensi anggaran pendidikan yang mencapai puluhan miliar rupiah di Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong sekolah untuk mencari alternatif dukungan pendanaan.
Wakil Bupati Irawati mengingatkan satuan pendidikan agar mulai menjalin kemitraan dengan perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR).
Menurut Irawati, kondisi keterbatasan anggaran tidak bisa dihadapi dengan sikap pasif. Sekolah perlu lebih terbuka membangun komunikasi dnegan pihak swasta, terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat, agar berbagai kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi.
“Situasi efisiensi ini memang tidak mudah. Tapi sekolah tidak boleh berhenti bergerak. Justru ini saat nya membangun kolaborasi dengan perusahaan agar program pendidikan tetap berjalan,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan, pemanfaatan dana CSR tidak terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga dapat diarahkan untuk menudkung peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Bantuan dapat berupa penyediaan fasilitas belajar, pengembangan kegiatan kewirausahaan siswa, hingga penimgkatan kompetensi guru.
Peluang kerja sama tersebut dinilai cukup terbuka, mengingat sejumlah perusahaan di Kotim memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sekolah dalam menyusun proposal yang jelas dan berorientasi pada kebutuhan nyata.
“Sekolah harus mampu menawarkan program yang terarah dan berdampak langsung bagi siswa, sehingga perusahaan juga mwlihat manfaat nyata dari dukungan yang diberikan,” katanya.
Irawati juga mengingatkan agar setiap bantuan yang diterima dikelola secara transparan dan bertanggung jawab. Pemanfaatannya harus benar-benar menunjang peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar pembangunan tanpa p erencanaan jangka panjang.
Ia berharap kondisi efisiensi anggaran ini justru menjadi momentum lahirnya kreativitas dan terobosan baru di lingkungan pendidikan.
Dengan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan dunia usaha, ia optimistis kualitas pendidikan di Kotim dapat terus brekembang meski di tengah keterbatasan anggaran. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor