Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pengurus Gudep 243-244 Mentaya Manggala Jaya SMAN 1 Sampit Dilantik Hari Ini

Tono Triyanto • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:00 WIB
PENGURUS BARU: Kamabigus Gudep 243-244 Mentaya Manggala Jaya SMAN 1 Sampit M. Darma Setiawan melantik jajaran pengurus baru masa bakti 2026/2027 di halaman sekolah, Kamis (12/2).SMAN 1/RADAR SAMPIT
PENGURUS BARU: Kamabigus Gudep 243-244 Mentaya Manggala Jaya SMAN 1 Sampit M. Darma Setiawan melantik jajaran pengurus baru masa bakti 2026/2027 di halaman sekolah, Kamis (12/2).SMAN 1/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Gugus Depan (Gudep) 243–244 Mentaya Manggala Jaya (MMJ) SMAN 1 Sampit secara resmi melantik jajaran pengurus baru masa bakti 2026/2027, Kamis (12/2).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat regenerasi kepemimpinan, konsolidasi organisasi, serta revitalisasi peran pendidikan kepramukaan sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda.

Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan Tri Satya, serta penyerahan simbol kepengurusan sebagai bentuk legitimasi moral dan organisatoris.

Prosesi tersebut disaksikan oleh unsur pimpinan sekolah, pembina, dewan ambalan, serta perwakilan peserta didik.

Kepala SMAN 1 Sampit sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) Gudep 243–244 MMJ, M. Darma Setiawan menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Photo
Photo

“Secara konseptual, pendidikan kepramukaan merupakan instrumen strategis dalam membangun karakter peserta didik melalui pendekatan learning by doing. Latar belakang pelantikan ini adalah kebutuhan akan regenerasi kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, serta memiliki kompetensi sosial dan manajerial yang baik,” ujarnya.

Darma Setiawan menjelaskan bahwa tujuan utama pembentukan kepengurusan baru adalah menciptakan sistem organisasi yang efektif, partisipatif, dan kolaboratif.

Dalam perspektif pendidikan modern, kegiatan kepramukaan berfungsi sebagai laboratorium sosial yang melatih kepemimpinan, komunikasi, problem solving, serta tanggung jawab kolektif.

“Kami berharap pengurus yang dilantik mampu menjadi role model di lingkungan sekolah, menjaga marwah organisasi, serta mengintegrasikan nilai-nilai Dasa Dharma dalam kehidupan akademik dan sosial.

Pramuka bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, tetapi wahana pembentukan karakter unggul yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila,” tambahnya.

Pembina Putra Gudep 243–244 MMJ SMAN 1 Sampit, Muhammad Isa menyampaikan pandangan akademis mengenai pentingnya kepemimpinan organisasi siswa dalam konteks pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Isa, secara teoritis, kepemimpinan remaja di tingkat sekolah merupakan fase pembelajaran sosial yang krusial dalam membentuk self-efficacy dan emotional intelligence.

“Dalam perspektif manajemen pendidikan, organisasi kepramukaan adalah ruang pembelajaran nonformal yang menguatkan soft skills, seperti kepemimpinan transformasional, manajemen konflik, dan pengambilan keputusan berbasis musyawarah. Pelantikan ini adalah bentuk institusionalisasi proses kaderisasi yang sistematis,” jelasnya.

Isa menekankan bahwa pengurus yang baru dilantik harus memahami fungsi organisasi tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah.

“Kepemimpinan yang efektif dibangun atas dasar integritas, keteladanan, dan konsistensi. Kami akan terus melakukan pendampingan berbasis evaluasi program, agar setiap kegiatan memiliki indikator keberhasilan yang terukur, baik dari aspek partisipasi, kedisiplinan, maupun dampak karakter,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pembina, pengurus, dan pihak sekolah merupakan faktor kunci dalam menciptakan tata kelola organisasi yang akuntabel dan berkelanjutan

Sementara itu, Pembina Putri Gudep 243–244 MMJ Novia Sagita menyampaikan reflektif mengenai urgensi peran pramuka putri dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan berdaya saing.

Menurutnya, dalam kajian pendidikan karakter, partisipasi aktif peserta didik perempuan dalam organisasi menjadi indikator penting kesetaraan akses dan kesempatan dalam pengembangan potensi diri.

Melalui pelantikan ini, SMAN 1 Sampit kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara karakter, sosial, dan kepemimpinan , selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan semangat Gerakan Pramuka Indonesia. (ton/soc)

Editor : Slamet Harmoko
#SMAN 1 Sampit #gugus depan #pramuka