SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat konsolidasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai ujung tombak pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah.
Langkah ini dinilai penting guna mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran zakat agar tepat sasaran serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa peran UPZ sangat strategis dalam memastikan pengelolaan zakat berjalan profesional dan akuntabel, terutama menjelang Ramadan yang identik dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat dan berbagi.
“UPZ adalah ujung tombak pengumpulan zakat di lapangan. Menjelang Ramadan, perannya menjadi semakin penting untuk meningkatkan potensi zakat, infak, dan sedekah di wilayah masing-masing,” ujar Umar Kaderi saat menghadiri Rapat Koordinasi UPZ Baznas Kotim, Sabtu (7/2).
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kotim memandang zakat tidak hanya sebagai ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan UPZ sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui pengelolaan zakat yang optimal, profesional, dan akuntabel, manfaatnya dapat langsung dirasakan para mustahik. Program-program Baznas selama ini telah memberikan dampak nyata, mulai dari pembangunan rumah layak huni, bantuan modal dan peralatan usaha, bantuan kesehatan, sanitasi, hingga tanggap bencana,” jelasnya.
Umar juga menekankan pentingnya kesamaan visi dan sinergi antara Baznas dengan seluruh UPZ yang tersebar di masjid, musala, sekolah, instansi pemerintah, perusahaan, hingga tingkat desa. Menurutnya, koordinasi yang kuat akan memperbesar peluang optimalisasi ZIS, terutama pada momentum Ramadan.
Sementara itu, Ketua Baznas Kotim, Sutimin, mengatakan Rapat Koordinasi UPZ memiliki makna strategis dalam rangka persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini difokuskan pada penyamaan persepsi terkait kebijakan pengelolaan zakat sesuai regulasi, peningkatan kapasitas pengurus UPZ, serta penguatan tata kelola pengumpulan, pencatatan, dan pelaporan zakat.
“Rakor ini diharapkan mampu melahirkan UPZ yang lebih aktif, tertib administrasi, profesional, dan berdaya, sehingga mampu meningkatkan pengumpulan zakat, khususnya menjelang dan selama Ramadan,” kata Sutimin.
Selain itu, Baznas Kotim terus mengoptimalkan potensi zakat melalui penguatan kelembagaan UPZ di berbagai sektor dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap syariah. Sutimin berharap ke depan Kabupaten Kotim memiliki regulasi berupa Peraturan Bupati terkait zakat profesi bagi ASN dan karyawan swasta, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah daerah lain.
“Dengan dukungan regulasi tersebut, Baznas akan lebih maksimal menebar manfaat dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan di kabupaten ini,” ujarnya.
Rapat Koordinasi UPZ ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Baznas Kotim yang dirangkai dengan syukuran Hari Ulang Tahun ke-25 Baznas. Momentum seperempat abad ini dimaknai sebagai ajang refleksi dan penguatan komitmen agar zakat benar-benar menjadi kekuatan sosial dalam membangun kesejahteraan umat di Bumi Habaring Hurung. (yn/yit)
Editor : Heru Prayitno