Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perbaikan Jalan Lesa Kecamatan Parenggean Ditarget Selesai Pekan Ini

Heny Pusnita • Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:07 WIB
INFRASTUKTUR : Tim teknis DSDABMBKPRKP Kotim melakukan pengawasan ketat terhadap pekerjaan overlay aspal Jalan Lesa Parenggan yang saat ini sedang dalam perbaikan, Jumat (6/2/2026). BAGUS/RADAR SAMPIT
INFRASTUKTUR : Tim teknis DSDABMBKPRKP Kotim melakukan pengawasan ketat terhadap pekerjaan overlay aspal Jalan Lesa Parenggan yang saat ini sedang dalam perbaikan, Jumat (6/2/2026). BAGUS/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Perbaikan Jalan Lesa di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan selesai pada pekan ini.

Selama proses perbaikan dilakukan, sejumlah pegawai di Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina M, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat (DSDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) fokus melakukan pengawasan di lapangan secara maksimal.

Kepala DSDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama melalui Pengelola Leger Jalan Bidang Bina Marga Bagus Anugrah Nusantara menjelaskan proses cutting jalan rusak yang ditangani lebih dari 18 titik sudah dilakukan penambalan ulang dan baru selesai dikerjakan pekan lalu.

"Untuk memperbaiki visual jalan agar lebih bagus, sepanjang 877 meter Jalan Lesa dilakukan overlay aspal lagi agar secara visual tampak lebih bagus," kata Bagus Anugrah Nusantara, Jumat (6/2/2026).

Pekerjaan overlay aspal Jalan Lesa telah dikerjakan mulai 29 Januari 2026 dan ditargetkan selesai akhir pekan ini.

"Sampai dengan Jumat ini, separuh badan jalan disepanjang 877 meter selesai dikerjakan. Lebar jalan 5 meter, dikerjakan bertahap disebagian sisi dan badan jalan sisi lainnya ditargetkan selesai Minggu ini," jelasnya.

Selama proses penanganan jalan rusak di Jalan Lesa Parenggean mulai dari pekerjaan cutting jalan hingga proses pengaspalan selesai diawasi langsung oleh Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Dinas SDABMBKPRKP Kotim Suhardiyono beserta enam pegawai di Bidang Bina Marga.

"Selama tahap perbaikan dilakukan supervisi oleh Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan tujuh pegawai di Bina Marga yang difokuskan melakukan pengawasan maksimal untuk memastikan selama perbaikan jalan dikerjakan sampai tuntas sesuai standar yang ditentukan," ujarnya.

Sebagai informasi, Jalan Lesa Parenggean merupakan salah satu proyek kegiatan rekonstruksi pengaspalan jalan yang dianggarkan menggunakan dana APBD perubahan sebesar Rp 2,97 Miliar. Proyek peningkatan jalan ini dikerjakan oleh CV Hayak Basewut asal Palangka Raya terhitung mulai 26 November hingga 30 Desember 2025.

Namun, dua hari setelah masa kontrak selesai dikerjakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa sejumlah titik jalan kembali mengalami kerusakan, keretakan dan berlubang dan ada aspal yang terkelupas.

Pada 1 Januari 2026, Kepala DSDABMBKPRKP Kotim menerima laporan dari masyarakat terkait Jalan Lesa yang rusak dan kemudian pada 2 Januari jam 06.00 pagi telah ditindaklanjuti dengan menurunkan tim teknis melakukan identifikasi awal terhadap kerusakan Jalan Lesa.

Tim teknis DSDABMBKPRKP Kotim kemudian melakukan identifikasi lanjutan dan mendata 10 titik jalan rusak dengan panjang bervariasi mulai 2-15 meter pada Senin (5/1).

"Kurang lebih ada 30 persen kerusakan di 10 titik dari total pekerjaan yang dilaksanakan dan sudah kami lakukan cutting," katanya.

Hasil identifikasi lanjutan kemudian dirapatkan pada Kamis (8/1) bersama pihak kontraktor penyedia jasa dari CV Hayak Basewut Palangka Raya.

"Hasil rapat, pihak kontraktor berkomitmen melakukan perbaikan sesuai spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak kerja," ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Bina Marga Nur Aina menambahkan pada 12-13 Januari 2026, Tim laboratoriun dan tim teknis DSDABMBKPRKP Kotim telah melakukan core drill aspal atau metode pengambilan sampel inti berbentuk silinder dari perkerasan jalan aspal menggunakan mesin bor khusus, bertujuan untuk menguji kualitas, ketebalan, kepadatan, dan kesesuaian dengan standar konstruksi melalui analisis laboratorium dan memastikan integritas struktural jalan.

"Pengambilan sampel dilakukan disetiap titik yang mengalami kerusakan," jelas Nur Aina.

Selanjutnya, pasa 16-20 Januari 2026 tim teknis dan tim laboratorium akan melakukan ekstraksi ulang terhadap sampel core drill aspal untuk mengidentifikasi masalah kerusakan jalan.

"Ekstraksi ulang terhadap sampel aspal ini dilakukan agar kami dapat mengetahui penyebab masalahnya apakah karena materialnya, teknik pekerjaan atau indikasi lain. Sehingga, ketika dilakukan perbaikan tidak sia-sia," ujarnya.

Tahapan berikutnya pada 22 Januari 2026, dilakukan tes kepadatan agregat secara ulang pada titik yang mengalami kerusakan untuk memastikan kesiapan landasan pondasi aspal. 

"Setelah landasan pondasi aspal dipastikan padat, baru dilakukan pengaspalan ulang," ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pekerjaan jalan itu  dimulai dengan pemasangan Lapis Pondasi Agregat (LPA) Kelas A sebagai dasar penguatan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengaspalan menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course.

Teknik AC WC dilakukan dengan metode lapisan aspal paling atas pada konstruksi jalan yang berfungsi sebagai permukaan akhir yang bersentuhan langsung dengan lalu lintas kendaraan, memberikan permukaan halus, tahan aus, dan kedap air untuk melindungi lapisan di bawahnya. Lapisan ini sangat penting karena menentukan kenyamanan, keamanan, dan ketahanan permukaan jalan terhadap cuaca serta beban kendaraan. 

"Setelah masa kontrak kerja berakhir 30 Desember 2025 masih berlanjut tahap pemeliharaan selama 365 hari atau setahun. Apabila terjadi kerusakan, maka pihak kontraktor wajib memperbaiki karena ini masuk masa pemeliharaan jalan, jadi selama perbaikan tidak ada tambahan biaya yang dibebankan ke APBD Kotim," pungkasnya. (hgn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#parenggean #infrastruktur #jalan #proyek