SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penanganan kemunculan ular piton berukuran cukup besar di kawasan permukiman warga Jalan Bukit Permai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis siang (5/2/2026), menjadi perhatian tersendiri.
Pasalnya, dalam proses evakuasi tersebut, dua turis asal Norwegia turut berada di lokasi dan berperan mendampingi tim pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Ular jenis Malayopython reticulatus itu ditemukan melingkar di jendela rumah warga milik Azzahra Noviantika.
Laporan diterima oleh Damkar Kotim sekitar pukul 14.02 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh Peleton I melalui Regu III.
"Setelah mendapatkan laporan kami langsung menuju ke lokasi," tegas Komandan Peleton I Disdamkarmat Kotim Akhmad Ilham Wahyudi.
Hanya berselang beberapa menit, unit rescue Damkarmat Kotim tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian atau herping. Objek berhasil ditemukan dan dievakuasi dengan aman tanpa menimbulkan korban jiwa maupun cedera.
Menariknya, proses penanganan ini turut dibantu oleh Hary Kuswanto, seorang pencinta reptil lokal, bersama dua turis asal Norwegia bernama Hakon dan Mads yang juga pecinta satwa liar. Keduanya diketahui memiliki ketertarikan khusus terhadap reptil dan satwa liar, sehingga ikut menyaksikan sekaligus membantu secara teknis di lapangan.
Kehadiran pencinta reptil dari luar negeri tersebut menjadi bukti bahwa penanganan satwa liar di Kotim tidak hanya mendapat perhatian masyarakat lokal, tetapi juga menarik minat warga internasional yang peduli terhadap konservasi dan keselamatan manusia maupun hewan.
Seluruh rangkaian operasional berjalan lancar. Petugas Damkarmat Kotim menyatakan penanganan dilakukan sesuai prosedur, dengan dukungan logistik yang memadai serta komunikasi yang berjalan baik. Kondisi cuaca cerah turut mendukung kelancaran evakuasi.
Usai operasi dinyatakan selesai sekitar pukul 14.20 WIB, tim kembali ke Markas Komando Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Damkarmat Kotim kembali mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan satwa liar berbahaya di lingkungan permukiman, sehingga dapat ditangani secara aman dan profesional. (oes)
Editor : Slamet Harmoko