Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BNPB Sebut IKD Kotim Tertinggi di Kalteng

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 4 Februari 2026 | 21:17 WIB
Multazam
Multazam

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menempatkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai daerah dengan nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berdasarkan penilaian tahun 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan nilai IKD Kotim tahun 2025 mencapai 0,69, tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.

Sementara Indeks Risiko Bencana (IRB) Kotim berada di angka 85,84 atau masuk kategori risiko bencana sedang.

“Nilai IKD Kotim tahun 2025 sebesar 0,69 dan IRB sebesar 85,84. Ini menunjukkan kapasitas daerah dalam penanggulangan bencana cukup baik,” ujar Multazam, Selasa (3/2/2026).

Hasil penilaian tersebut disampaikan BNPB melalui surat resmi yang ditandatangani Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, tertanggal 30 Januari 2026, yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa BNPB telah melakukan verifikasi dan finalisasi data Indeks Ketahanan Daerah 2025 sebagai dasar penilaian Indeks Risiko Bencana tahun 2025 pada tingkat kabupaten dan kota.

Nilai IRB dihitung mengunakan sejumlah parameter, salah satunya nilai IKD. Berdasarkan hasil pengolahan BNPB, nilai IRB Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 tercatat sebesar 104,76, dengan rata-rata nilai IKD kabupaten/kota sebesar 0,46.

IKD sendir i merupakan instrumen untuk mengukur kapasitas penanggulangan bencana di wilayah administrasi, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menetapkan penanggulangan bencana sebagai urusan wajib pemerintah daerah.

Nilai IKD berada pada rentang 0 hingga 1, di mana semakin tinggi nilainya menunjukkan semakin baik kapasitas daerah. Sebalikyna, nilai IRB dinilai semakin baik apabila angkanya semakin rendah.

Multazam menjelaskan, tingginya nilai IKD Kotim berperan dalam menekan risiko bencana. Dengan IKD sebesar 0,69, nilai IRB Kotim berada jauh di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 104,76.

Berbagai strategi telah dijalankan, antara lain penguatan pengetahuan dan kesadaran kesiapsiagaan masyarakat, peningkatan literasi kebencanaan dan perubahan iklim, pengembangan sistem peringatan dini berbasis teknologi informasi, serta penguatan kapasitas kelembagaan pengelolaan risiko bencana.

Arah kebijakan yang ditempuh mencakup peningkatan mitigasi struktural dan nonstruktural, penguatan sistem peringatan dini, serta peningkatan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana yang didukung teknologi informasi dan komunikasi.

Tingginya nilai IKD tersebut menunjukkan bahwa kapasitas Kabupaten Kotim di bawah kepemimpinan Bupati Halikinnor dinilai paling siap dalam menghadapi ancaman bencana dibandingkan daerah lain di Kalimantan Tengah pada tahun 2025.

Capaian ini juga selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotawaringin Timur 2025–2029, khususnya pada misi mewujudkan resiliensi terhdap bencana dan perubahan iklim sebagaimana diatur dalam Perda Kabupaten Kotim Nomor 3 Tahun 2025.

“Terima kasih atas kerja sama seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam pemenuhan 71 indikator dan 284 pertanyaan penilaian. Mudah-mudahan ke depan nilainya dapat terus ditingkatkan,” kata Multazam. (yn/fm) 

 

Editor : Farid Mahliyannor
#IRB #ikd #kotim #BNPB