Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Praktik Meracun Ikan Marak Dilakukan di Sungai Mentaya

Rado. • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:25 WIB
Sampit Diselimuti Kabut Asap Tipis tampak dari tepian Sungai Mentaya, Rabu (28/1/2026). (oes / Radar Sampit)
Sampit Diselimuti Kabut Asap Tipis tampak dari tepian Sungai Mentaya, Rabu (28/1/2026). (oes / Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir menyoroti masih maraknya praktik meracun ikan di sungai Mentaya, khususnya di wilayah Kecamatan Seranau atau Mentaya Seberang.

Ia menilai tindakan tersebut sangat merusak ekosistem perairan dan berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sungai.

“Imbauan kami kepada OPD terkait terutama Dinas Perikanan Kotim, tolong disosialisasikan larangan meracun di sungai, khususnya di Kecamatan Seranau atau Mentaya Seberang, ini sangat penting,” kata Abdul Kadir, Rabu (28/1/2026).

Ia menekankan bahwa sosialisasi tidak cukup hanya melalui imbauan lisan, tetapi harus disertai langkah nyata di lapangan. Menurutnya, OPD terkait perlu turun langsung ke masyarakat agar pesan larangan tersebut benar-benar dipahami.

Salah satu langkah sederhana namun efektif adalah dengan memasang baleho atau spanduk imbauan di titik-titik strategis kawasan sungai yang rawan terjadi praktik peracunan ikan.

"Penggunaan racun di sungai tidak hanya membunuh ikan dalam jumlah besar, tetapi juga merusak kualitas air dan mengancam kesehatan masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari berkurangnya populasi ikan hingga rusaknya keseimbangan lingkungan perairan," tegasnya.

Ia berharap Dinas Perikanan bersama OPD terkait lainnya dapat segera menindaklanjuti imbauan ini dengan program sosialisasi yang berkelanjutan.

“Dengan adanya edukasi yang masif dan pengawasan di lapangan, saya optimistis kesadaran masyarakat akan meningkat dan praktik meracun ikan dapat dihentikan,” tandasnya. (ang/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#sungai mentaya #DPRD Kotim #jadi sorotan #RACUN IKAN