SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Meski menghadapi efisiensi anggaran tahun 2026 sebesar sekitar Rp 700 juta, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga layanan informasi publik dan komunikasi pemerintahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kotim, Ady Candra, mengatakan pemangkasan anggaran tidak menjadi alasan menurunkan kinerja atau menghentikan inovasi di sektor informasi dan publikasi daerah.
“Untuk tahun 2026 memang ada pemangkasan anggaran sekitar Rp 700 juta untuk Diskominfo. Namun hal itu tidak menghalangi niat kami untuk tetap berbuat dan menjalankan aktivitas pengembangan informasi serta publikasi di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar Ady, Sabtu (24/1).
Menurut Ady, salah satu fokus utama Diskominfo Kotim adalah penguatan layanan komunikasi publik berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sebagai bagian dari upaya tersebut, Diskominfo menyiapkan ruang podcast dan live streaming sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
“Nanti kami akan melaksanakan program Ngopi Kotim alias Ngobrol Publik dan Informasi. Ini menjadi ruang dialog terbuka sekaligus wadah penyampaian informasi terkait pembangunan, penyakit masyarakat, pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan isu publik lainnya. Insya Allah paling cepat Maret bisa kita adakan dengan menghadirkan narasumber,” jelasnya.
Program ini dirancang sebagai media komunikasi dua arah agar informasi pembangunan tidak hanya disampaikan satu arah, tetapi juga membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, Diskominfo Kotim menyiapkan program penyerapan aspirasi masyarakat yang dilaksanakan rutin dua kali dalam seminggu. Program ini bertujuan membuka akses komunikasi lebih luas bagi warga Kotim untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun kebutuhan langsung kepada pemerintah daerah.
“Program ini penting agar pemerintah mengetahui secara langsung kebutuhan dan harapan masyarakat,” tambah Ady.
Di tengah efisiensi anggaran, Diskominfo tetap menjadikan pengelolaan dan pengembangan website resmi Kabupaten Kotim sebagai prioritas. Website kotim.co.id terus dijalankan sebagai pusat informasi resmi pemerintah daerah dan terhubung dengan seluruh SOPD.
“Website Kotim.co.id berfungsi sebagai induk platform bagi seluruh SOPD untuk mengakses aplikasi, fitur layanan publik, dan arsip data, termasuk Disdukcapil dan DPMPTSP,” ujarnya. Menurut Ady, keberadaan website resmi penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Selain publikasi dan komunikasi, Diskominfo Kotim juga mengupayakan pemerataan infrastruktur jaringan internet hingga wilayah pelosok. Upaya ini sejalan dengan tuntutan pimpinan daerah agar seluruh fasilitas layanan kesehatan dasar terkoneksi internet stabil.
“Puskesmas dan layanan kesehatan tingkat dasar dituntut membuat laporan setiap hari. Karena itu, jaringan internet yang stabil menjadi kebutuhan mendesak. Tahun ini, kami harapkan pemerataan infrastruktur jaringan internet bisa berjalan lancar hingga 90 persen,” jelas Ady.
Dukungan TIK, menurut Ady, tidak hanya berdampak pada sektor komunikasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, serta layanan pemerintah desa dan kelurahan.
Ady menegaskan, resolusi Diskominfo Kotim tahun 2026 adalah memastikan pelayanan informasi publik dan dukungan TIK tetap optimal meski dengan anggaran terbatas.
“Efisiensi justru menjadi pemicu bagi kami untuk bekerja lebih kreatif, efektif, dan tepat sasaran. Prinsipnya, pelayanan informasi dan digitalisasi pemerintahan tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kotim,” pungkasnya. (hgn/yit)
Editor : Heru Prayitno