SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah masuk dalam status sangat mudah terbakar berdasarkan analisis parameter cuaca terbaru.
Kondisi ini seiring dengan mulai bermunculannya titik panas (hotspot) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan mencatat, dalam pemantauan 24 jam terakhir hingga 14 Januari 2026, terdeteksi 15 hotspot di wilayah Kotim.
Kecamatan Mentaya Hulu menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni lima titik panas, disusul Kecamatan Telawang sebanyak empat titik.
Sementara itu, Kecamatan Tualan Hulu dan Cempaga masing-masing terpantau dua hotspot. Adapun Antang Kalang, Bukit Santui, dan Telaga Antang masing-masing tercatat satu titik panas.
Seluruh hotspot tersebut terpantau melalui satelit NOAA20 dan SNPP dengan radius kemungkinan sekitar 1.125 meter.
Mayoritas titik panas diklasifikasikan pada tingkat kepercayaan menengah dengan tipe pixel hotspot.
Selain hotspot, BMKG juga mendeteksi pertumbuhan awan yang cukup signifikan pada pukul 07.00 WIB di sejumlah wilayah Kotim, berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Telawang, Seranau, Pulau Hanaut, serta Mentawa Baru Ketapang.
Meski demikian, berdasarkan peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlaku untuk 15–16 Januari 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, didominasi zona merah yang menunjukkan kondisi sangat mudah terbakar akibat pengaruh cuaca dan karakteristik lahan, terutama di kawasan gambut.
BMKG menegaskan bahwa status tersebut merupakan indikator tingkat kerentanan, bukan berarti kebakaran sudah terjadi.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang terpantau berulang kali muncul hotspot.
Penguatan koordinasi antara BPBD, aparat desa, dan masyarakat dinilai sangat penting guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung cepatnya penyebaran api. (oes)
Editor : Slamet Harmoko