SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Kalimantan Tengah memasuki fase krusial musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang pada periode 9–11 Januari 2026.
BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini cukup mendukung terbentuknya cuaca ekstrem.
Terpantau adanya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Kalimantan Tengah yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Situasi ini diperkuat oleh kelembaban udara yang basah serta labilitas lokal yang kuat, sehingga proses konvektif berlangsung intens.
Pada 9 Januari 2026, sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, antara lain Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur bagian utara, Seruyan bagian utara, Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas bagian utara, serta Kota Palangka Raya.
Potensi cuaca basah ini meluas pada 10 Januari 2026. Hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah diprediksi terdampak, termasuk Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Sementara itu, pada 11 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di Katingan, Murung Raya, Kapuas, Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, serta wilayah pesisir selatan Kalimantan Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hujan lokal berdurasi singkat yang berpotensi disertai angin kencang hingga angin puting beliung. Dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang juga perlu diantisipasi, khususnya di daerah rawan bencana.
Untuk mendapatkan informasi cuaca terkini, BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya menyediakan layanan informasi 24 jam melalui kanal resmi dan aplikasi Info BMKG yang dapat diakses masyarakat. (oes)
Editor : Slamet Harmoko