SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Kota Sampit menuju kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran memicu kekhawatiran bagi keselamatan publik. Kerusakan massif terjadi di sepanjang jalan yang membentang di Desa Bapeang hingga Pelabuhan Pelindo.
Pantauan Radar Sampit, Sebagian Jalan HM Arsyad sudah berkonstruksi beton yang dilapisi aspal. Namun, di sepanjang Desa Bapeang, Bapanggang, hingga Pelabuhan Pelindo, kondisi aspal mengelupas sehingga permukaan cor beton terlihat secara kasat mata. Setiap sambungan beton juga dalam kondisi terbuka sehingga sangat tidak nyaman dilintasi kendaraan.
Dari Pelabuhan Pelindo hingga Samuda, ada beberapa kerusakan kecil yang tidak terlalu parah. Demikian juga dari Samuda hingga Ujung Pandaran juga terdapat sedikit kerusakan, tepatnya di sekitar Desa Lampuyang.
Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk ekstra hati-hati saat melintasi ruas jalan ini. “Diimbau kepada seluruh pengguna Jalan HM Arsyad sampai ke Ujung Pandaran agar lebih berhati-hati. Kondisi jalan banyak yang rusak,” ujar Rudianur kemarin (29/12).
Rudianur menekankan kewaspadaan bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah yang ingin berlibur ke Pantai Ujung Pandaran. Selain kerusakan jalan, kawasan wisata ini juga memiliki potensi bahaya lain.
“Di Ujung Pandaran juga pernah dilaporkan kemunculan buaya. Jadi masyarakat harus benar-benar berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai,” tambahnya.
Kondisi Jalan HM Arsyad sudah lama menuai keluhan masyarakat. Jalur ini tidak hanya menjadi akses utama bagi wisatawan menuju destinasi andalan Kotim, tapi juga jalur vital menuju Kabupaten Seruyan. Pantai Ujung Pandaran menjadi objek wisata yang selalu ramai saat akhir pekan dan musim liburan. Namun, tingginya minat wisatawan tidak diimbangi kondisi infrastruktur pendukung.
Situasi semakin berisiko pada malam hari atau saat hujan turun. Genangan air kerap menutupi lubang jalan, memaksa pengendara melakukan pengereman mendadak atau manuver berbahaya. Bahkan, kecelakaan fatal pernah terjadi di ruas Jalan HM Arsyad. Seorang aparatur sipil negara (ASN) dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh saat menghindari lubang.
Rudianur menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat tetap penting, tetapi perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama.
“Pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan nyata. Jalan ini bukan hanya untuk mobilisasi wisatawan, tapi juga akses vital bagi masyarakat lokal. Nyawa tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Selain itu, Rudianur mendorong pemerintah agar menempatkan rambu peringatan di titik-titik rawan, melakukan perbaikan sementara dengan penimbunan, serta mempercepat perbaikan permanen agar risiko kecelakaan dapat ditekan.
Dia berharap langkah konkret segera diambil. Dia tidak ingin lagi ada korban karena jalan berlubang. Wisatawan juga bisa trauma datang ke Ujung Pandaran kalau jalan rusak. ”Pemerintah harus turun tangan,” kata dia. (ang/yit)
Editor : Heru Prayitno