SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Sepanjang tahun 2025, Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyalurkan sebanyak 100 ribu bibit ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di berbagai wilayah Kotim.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sektor perikanan budidaya sekaligus menjaga ketersediaan ikan sbeagai sumber protein hewani bagi masyarakat.
Jabatan Fungsional (JF) Polkeskan Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kotim, Fahrul Jainal Ilmi menyampaikan bahwa Dinas Perikanan terus memperkuat peran sektor perikanan budidaya sebagai penopang ketersediaan protein hewani sehat bagi masyarakat.
Hal tersebut menurutnya sejalan dengan dukungan pemerintah daerah terhadap program Makan Bergizi (MBG), terutama dalam memastikan pasokan ikan sebagai sumber protein ynga mudah dijangkau masyarakat.
“Diskan mendukung program MBG untuk penyediaan protein hewani yang sehat. Khusus di wilayah utara, seperti Kecamatan Parenggean dan sekitarnya,” ujarnya.
Perikanan Budidayam enjadi salah satu sektor strategis dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, wilayah utara seperti Parenggean dn sekitarnya memiliki potensi besar terhadap budidaya perikanan.
Fahrul menjelaskan, pada tahap distribusi terbaru pada Senin (29/12), Diskan Kotim menyalurkan 50 ribu bibit ikan ke Kelurahan Parenggean, Desa Mekar Jaya, dan Desa Rantau Katang. Bibit ikan tersebut merupakan bibit ikan nila, patin, dan lele. Bantuan tersebut melengkapi penyaluran sebelumnya yang dilakukan pada akhir Oktober 2025 lalu, dengan jumlah bibit yang sama.
Sebelumnya, Diskan Kotim telah mendistribusikan bibit ikan nila, patin, dan lele ke sejumlah Pokdakan di Kecamatan Parenggean, Baamang, Telawang, Teluk Sampit, dan Mentaya Hilir Utara.
Lokasi penerima bantuan antara lain Desa Beringin Tunggal Jaya, Kelurahan Baamang Barat, Kelurahan Baamang Hulu, Desa Sumber Makmur, Desa Regei Lestari, serta Desa Sebabi.
Menurut Fahrul, bantuan itu tidak hanya ditujukan untuk menigkatkan produksi ikan, tetapi jugasebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan.
“Kami ingin kelompok pembudidaya mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” katanya.
Selain bantuan sarana, Diskan Kotim juga memberikan pendampingan teknis melalui penyulu hperikanan. Pendampingan meliputi pengelolaan kualitas air, teknik pemeliharaan selama masa pembesaran, hingga persiapan panen.
Dengan dukungan bibit, pendampingan, dan potensi wilayah yang memadai, pemerintah daerah berharap sektor perikanan budidaya di Kotim.
“Khusus wilayah utara sudah mampu berkontribusi dalam menyediakan protein hewani sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan,” tukasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor