Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pengelola Pantai Ujung Pandaran Harus Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan

Rado. • Senin, 29 Desember 2025 | 11:00 WIB
Wisatawan asal Sampit menikmati suasana pagi di Pantai Ujung Pandaran, Sabtu (27/12).
Wisatawan asal Sampit menikmati suasana pagi di Pantai Ujung Pandaran, Sabtu (27/12).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pengelola kawasan wisata Ujung Pandaran diminta melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun dan perayaan Tahun Baru. Persiapan tersebut dinilai penting guna memastikan aktivitas wisata berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Siswanto, mengatakan kawasan wisata Ujung Pandaran hampir selalu dipadati pengunjung setiap momen pergantian tahun. Kondisi ini, menurutnya, harus diantisipasi dengan perencanaan yang matang, tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pengelolaan risiko dan dampak lingkungan.

“Pengelola wisata jangan hanya berharap ramai pengunjung, tetapi harus benar-benar siap. Penanganan sampah, kebersihan kawasan, keamanan, hingga layanan pertolongan pertama harus menjadi prioritas,” kata Dadang, Sabtu (28/12). 

Ia menyoroti persoalan sampah yang kerap menjadi masalah klasik di kawasan wisata pantai saat musim liburan. Lonjakan wisatawan tanpa pengelolaan sampah yang baik, berpotensi mencemari lingkungan dan merusak ekosistem pantai.

“Harus disiapkan tempat sampah yang memadai, petugas kebersihan yang siaga, serta sistem pengangkutan sampah yang rutin. Jangan sampai setelah liburan, pantai justru dipenuhi sampah,” ujarnya.

Selain kebersihan, Dadang menekankan pentingnya aspek keselamatan wisatawan. Kawasan pantai memiliki potensi risiko tinggi, terutama bagi pengunjung yang berenang tanpa memperhatikan kondisi ombak dan arus laut.

Ia meminta pengelola menyiapkan petugas yang memahami pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) serta prosedur keselamatan laut. Hal ini dinilai penting untuk menangani wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan, kelelahan, kecelakaan, hingga insiden tenggelam.

“Minimal harus ada petugas terlatih dan peralatan dasar pertolongan pertama. Jika terjadi kondisi darurat, penanganan awal harus cepat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dadang mendorong koordinasi lintas sektor antara pengelola wisata, pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan tenaga kesehatan. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama malam pergantian tahun, termasuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan aktivitas wisata agar pengunjung mematuhi aturan keselamatan, seperti larangan berenang di titik rawan, pembatasan area berbahaya, serta pemasangan rambu peringatan yang jelas.

“Keselamatan pengunjung adalah tanggung jawab bersama. Jika semua pihak siap dan bekerja sama, Ujung Pandaran bisa menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkesan,” tandasnya.

Dadang berharap persiapan yang matang pada libur akhir tahun tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga memperkuat citra pariwisata Kotim sebagai daerah yang peduli terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan. (ang/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#akhir tahun #wisata #Ujung Pandaran