GUNUNG MAS, radarsampit.jawapos.com – PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 3 (UPP KLB 3) memperkuat komitmen pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat adat di Bentang Alam Rungan Kahayan.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bekerja sama dengan Yayasan Borneo Nature Foundation (YBNF).
Program ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat adat, pengembangan Kaleka, serta penguatan kelembagaan lokal di Desa Parempei, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, pada 27 Oktober 2025 dilaksanakan Upacara Pendeng Keramat di Desa Parempei. Upacara adat Dayak Ngaju ini merupakan ritual pendirian Keramat yang menjadi simbol perlindungan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap hubungan manusia, alam, dan leluhur.
Upacara tersebut juga menjadi prosesi pengesahan dan penguatan Hukum Adat Masyarakat Hukum Adat (MHA) Rungan.
Pengukuhan ini menegaskan kewenangan adat dalam menjaga, mengelola, dan melindungi Hutan Adat Rungan, khususnya di kawasan Kaleka Siang dan Kaleka Buleng. Hukum adat tersebut menjadi dasar tata kelola hutan berbasis kearifan lokal serta memperkuat posisi masyarakat sebagai penjaga bentang alam.
Pelestari Hutan Adat MHA Rungan, Radion, menegaskan pentingnya hutan adat bagi identitas masyarakat.
“Hutan ini bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga ruang sejarah dan jati diri kami sebagai orang Rungan. Dengan mengukuhkan hukum adat, kami menegaskan komitmen untuk menjaga dan mewariskan hutan kepada generasi berikutnya,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Manager UPP KLB 3, Muhamad Indra Firdaus, menekankan pentingnya pendekatan yang menghargai budaya setempat dalam setiap program konservasi. Menurutnya, kolaborasi dengan masyarakat adat tidak sebatas dukungan fisik, tetapi juga penguatan nilai.
“PLN berjalan bersama masyarakat, menghormati adat, dan memastikan pembangunan selaras dengan pelestarian lingkungan dan budaya,” katanya.
General Manager PLN UIP KLB, Susilo, menambahkan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberlanjutan program.
“Melalui TJSL PLN Peduli, kami berkomitmen menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kelembagaan adat dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan diharapkan mampu menjadikan Bentang Alam Rungan sebagai model konservasi berbasis budaya lokal yang lestari dan bermanfaat bagi masyarakat. “Ini komitmen kami dan ini luar biasa,” tandasnya. (daq/yit)
Editor : Heru Prayitno