Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Sampit, Sembako Ludes Terjual dalam 15 Menit

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 2 Desember 2025 | 21:07 WIB
PASAR MURAH: Antusiasme masyarakat pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Kota Sampit, Selasa (2/12/2025). FOTO:YUNI/RADAR SAMPIT
PASAR MURAH: Antusiasme masyarakat pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Kota Sampit, Selasa (2/12/2025). FOTO:YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diserbu warga.

Program yang menjadi upaya stabilsasi pasokan dan harga pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) itu hanya berlangsung beberapa menit setelah dibuka pukul 08.00 WIB di Taman Kota Sampit, Selasa (2/12/2025).

Analis Ketahanan Pangan DPKP Kotim, Mira Septia Sari mengatakan, GPM sengaja digelar untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terlebih menjelang hari besar keagamaan ketika harga sering melonjak.

“Ini merupakan kegiatan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Menjelang Natal dan tahun baru, harga-harga biadsanya naik. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan murah,” kata Mira.

Menurutnya, harga dapat ditekan karena DPKP langsung mendatangkan distributor sebagai vendor sehingga mata rantai distribusi menjadi lebih pendek. 

“Harganya langsung dari distributor, jadi jauh lebih murah dibanding ng di pasar,” ujarnya.

Antusias warga terhadap GPM yang digelar pemerintah daerah sangat tinggi. Persediaan beras SPHP dan beras premium sebanyak 2 ton, beras lokal Pagatan 5 kuintal, bawang merah 80 kg, bawang putih 50 kg, telur ayam ras 50 saf, gula pasir 200 kg, minyak goreng 25 dus, sayuran, aneka frozen good, hingga ikan patin dari Dinas Perikanan yang disiapkan dalam jumlah besar langsung diserbu sejak dibuka.

GPM tersebut menawarkan harga miring, di antaranya beras SPHP Rp58.000/sak, beras premium Rp76.000/sak, bawang merah Rp35.000/kg, telur ayam ras Rp55.000/sap, minyak goreng Rp15.000/liter, hingga ikan patin Rp25.000/kg.

Menurutnya, Beras menjadi komoditas paling diburu karena menjadi penyumbang inflasi bulan sebelumnya. 

“Tadi baru 15 menit sudah habis terjual. Antusias warga sangat tinggi,” jelas Mira.

Ia menambahkan, kegiatan serupa kemungkinan akan kembali digelar awal tahun mendatang bertepatan dengan peringatan HUT Kotim.

Salah seorang warga, Emy, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. “Harganya jauh lebih murah daripada di pasar. Apalagi menjelang akhir tahun kebutuhan banyak. Kalau bisa, kegiatan seperti ini lebih sering lagi diadakan ,” ujarnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#gerakan pangan murah (gpm) #nataru #pasar murah #sembako