SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) dalam menjaga budaya lokal kembali ditegaskan Bupati Halikinnor.
Setelah sebelumnya mengapresiasi pagelaran seni dan lomba masakan tradisional yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, Bupati kini menyambut baik usulan Komisi III DPRD Kotim agar setiap Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) turut menyajikan makanan atau kue tradisional pada setiap kegiatan resmi.
Halikinnor menilai usulan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Terkait usulan dari Komisi III DPRD Kotim agar setiap SOPD menyajikan makanan atau kue tradisional ketika ada kegiatan, kita sangat mendukung. Misalnya pada peringatan Hari Jadi Kotim, itu bisa diterapkan, tentu melihat situasi dan kondisi," ujarnya.
Menurutnya, penyajian kuliner tradisional bukan hanya sekadar pelengkap acara, tetapi juga bentuk pelestarian warisan nenek moyang di tengah serbuan makanan modern.
"Ini bagian dari membangkitkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan serta mempertahankan makanan tradisional agar tidak tergerus oleh makanan modern seperti pizza atau lainnya. Padahal rasanya tidak kalah lezat dan justru lebih sehat," tegasnya.
Sebelumnya, saat menghadir Pagelaran Seni dan Budaya DAD Kotim pada Sabtu (29/11) lalu, Halikinnor telah menekankan pentingnya menjaga kuliner khas Dayak yang menggunakan bahan-bahan alami dan memiliki nilai kesehatan.
Ia juga mendorong DAD terus menampilkan berbagai masakan tradisional seperti juhu iwak, gangan belamak, hingga pucuk kunjuy betumbuk pada ajang-ajang kuliner berikutnya.
Kegiatan yang dirangkai dengan Bazar UMKM 2025 tersebut menjadi panggung bagi masyarakat mengekspresikan seni tari, musik, karungut, hingga berbagai ritual adat.
Sebagai Ketua Umum DAD Kotim, Halikinnor menegaskan budaya Dayak merupakan identitas yang harus terus diperkuat di tengah arus modernisasi.
"Budaya ini penting dilestarikan agar tidak hilang atau tergantikan budaya asing," katanya.
Ia juga menyebut bahwa pelestarian kuliner dan seni tradisi memiliki potensi besar untuk mendukung Kotim sebagai daerah tujuan wisata.
"Peluangnya besar untuk kita kembangkan hingga tingkat nasional bahkan internasional," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pungkau Canang menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat berjalan lancar. Ia menyebut antusias masyarakat sangat tinggi, terutama pada lomba karungut serta lomba manjuhu atau memasak tradisional Dayak.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat kecintaan masarakat terhadap seni dan budaya lokal serta mendorong kuliner tradisional tetap menjadi bagian penting dalam setiap perhelatan resmi di Kotim,” harap Pungkau Canang. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor