SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tidak hanya sebagai slogan di linkungan sekolah, tetapi benar-benar menjadi rutinitas yang dijalankan setiap hari oleh peserta didik, baik di sekolah maupun rumah.
Kasi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter SMP Disdik Kotim M. Ikram Muhajir menegaskan bahwa tujuh kebiasaan tersebut akan berdampak besar apabila dipraktikkan secara konsisten.
“Harapan kami tujuh kebiasaan anak jangan hanya menjadi simbolis atau jargon. Jika diterapkan setiap hari, Insya Allah karakter anak akan terbentuk menjadi luar biasa,” ujarnya.
Tujuh kebiasaan yang dimaksud meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Menurut Ikram, rangkaian kebiasaan tersebut merupakan pondasi penting untuk membangun disiplin, tangung jawab, serta pembiasaan hidup sehat bagi generasi muda.
Ia menekankan bahwa peran keluarga tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan pembentukan karakter. Guru, kata Ikram, hanya dapat mengawasi kegiatan anak selama berada di sekolah.
“Yang bisa mengontrol anak di rumah adalah orang tua. Guru mengontrol saat mereka dititipkan di sekolah. Karena itu kami berharap ada kerja sama. Di rumah menjadi tanggung jawab orang tua, sementara di sekolah menjadi tugas kepala sekolah dan dewan guru,” jelasnya.
Ikram berharap kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat terus berjalan, sehingga penerapan tujuh kebiasaan ini tidak berhenti sebagai program.
“Diharapkan menjadi gaya hidup yang benar-benar melekat pada anak-anak,” harapnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor